Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: Ekstrak
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) DENGAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA

2025Koleksi Perpustakaan

Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB. Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT

2025Koleksi Perpustakaan

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

2023Koleksi Perpustakaan

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Osbeck) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne

2023Koleksi Perpustakaan

Propionibacterium acnes adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat melalui peradangan kronis pada lapisan folikel pilosebasea disertai sumbatan dan penumpukan bahan keratin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon yang berfungsi sebagai antibakteri, menentukan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dari ekstrak kulit jeruk lemon dan sediaan serum. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, glikosida, saponin dan tritepenoid. Formulasi serum ekstrak etanol kulit jeruk lemon dibuat dengan konsentrasi bervariasi 20%, 25% dan 30%. Zona hambat antibakteri yang diperoleh dengan konsentrasi terbaik ada pada formula 30% adalah sediaan serum dengan nilai 14,40 mm dan ekstrak kulit jeruk lemon dengan nilai 12,76 mm keduanya masuk dalam kategori kuat karena >10 mm. Stabilitas fisik dilakukan pada semua formula sediaan serum dan diuji dengan organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Adapun formula yang stabil setelah uji stabilitas adalah formulasi 1 selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon semakin tinggi diameter zona hambat. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dalam efek formula adalah signifikan (p<0,05) pada aktivitas antibakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban), RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

2023Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat dalam menghambat enzim -glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN EYE SHADOW DALAM BENTUK COMPACT POWDER DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK MAHKOTA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L)

2023Koleksi Perpustakaan

Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis. Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8% (F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid, nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2 berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder. Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) MENGGUNAKAN METODE PENAMBATAN RADIKAL BEBAS

2023Koleksi Perpustakaan

Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50 semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN RAMBUTAN RAPIAH (Nephelium Lappaceum L) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI PUTIH JANTAN

2023Koleksi Perpustakaan

Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis, dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak 5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK PURUT DAN DAUN JAMBU BIJI SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji (Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2023Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat mencegah dan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif. Daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan kandungan senyawa flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai IC50 dari ekstrak etil asetat fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp.). Metode yang digunakan pada penetuan antioksidan adalah metode peredaman radikal 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Pada penelitian ini daun salam diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Ektrak etil asetat daun salam diuji aktivitas antioksidannya serta dilakukan pemisahan dengan metode kromatografi Lapis Tipis dan Kolom, hingga diperoleh fraksi dan sub fraksi terbaik berdasarkan persen hambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 72,54 ppm (kuat) dan F.5.6 merupakan fraksi terbaik sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 7,33 ppm (sangat kuat). Pembanding yang digunakan yaitu vitamin C menunjukan nilai IC50 sebesar 5,52 ppm (sangat kuat). Antioksidan setelah fraksinasi memiliki aktivitas lebih kuat dari ekstrak dengan katagori sangat kuat dan setara dengan vitamin C.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN Garcinia forbesii King MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN VARIASI DAUN HIJAU DAN DAUN GUGUR

2022Koleksi Perpustakaan

Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g) Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil: kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat 30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas (Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif 730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96%DAUN SIRSAK (Annona mucirata) DAN DAUN JOHAR (Senna siamea) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARDISASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp) H.Rob) DARI PERKEBUNAN DI WONOSOBO

2022Koleksi Perpustakaan

Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol 96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi, angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat herbal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2022Koleksi Perpustakaan

Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK KAYU SECANG (Cesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2022Koleksi Perpustakaan

Lip balm yaitu pelembab bibir dalam bentuk sediaan semi solid dalam bentuk bahan utama yaitu minyak, lemak dan lilin serta berfungsi untuk memberikan perawatan pada kulit bibir dengan anggapan akan memberikan wajah yang lebih percaya diri. Lip balm sendiri yaitu sediaan kosmetik dengan basis hamper sama dengan formulasi lipstick, namun tanpa adanya warna atau trasparan. Banyaknya lip balm yang sudah terdapat warna di mendorong peneliti membuat sediaan lip balm ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami dari ekstrak kayu secang (Caesalpinia Sappan L) untuk menghindari pewarna sintetik. Tujuan dari penelitian kali ini membuat sediaan lip balm dengan metode infusa dan konsentrasi warna alami. Dibuat 3 formulasi yaitu 0,3%, 0,6% dan 0,9% dengan ekstrak kering kayu secang lalu dilakukan evalusi sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji organoleptik dan uji kesukaan. Hasil pengujian evaluasi menunjukan hasil yang baik denganp pengamatan selama 14 hari dan hasil uji kesukaan menunjukan konsentrasi 0,6% yang paling disukai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail