Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Subjek: Gel
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK MANIS (Citrussinensis L) KOMBINASI DENGAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera L)

2025Koleksi Perpustakaan

Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis (Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0 sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada kulit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK DARI DAUN, KACANG DAN MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2025Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10% dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2025Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RS. UMMI BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%, berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2024Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang belum memenuhi standar yang berlaku.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas (L.) Poir) SEBAGAI SEDIAAN PEWARNA RAMBUT

2023Koleksi Perpustakaan

Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3 variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah dua perlakuan.. Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling banyak disukai oleh panelis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOLANG-KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% KOLANG-KALING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)

2023Koleksi Perpustakaan

Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling (GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang- kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK 10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%. Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 70% KOPI (Coffea canephora) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus)

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi. Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3 (0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari, Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3% menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat kesembuhan luka sembuh sempurna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL DARI BIJI BUAH AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr)

2023Koleksi Perpustakaan

Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28 hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama 28 hari penyimpanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid- 19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO, kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan dengan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENGELOLAAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN TROLI EMERGENSI DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU) RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kasus kegawatdaruratan yang ditangani secepat mungkin meningkatkan keberhasilan penanganan dan mengurangi mortalitas. Untuk mendukung efektifitas penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit Melania, disediakan troli emergensi yang berisi peralatan dan perlengkapan penanganan gawat darurat. Oleh karena itu dituntut peran aktif dari instalasi farmasi untuk mengelola obat-obat emergensi yang disimpan di ruangan mulai daftar standar obat emergensi yang boleh disimpan dan cara pengelolaanya yang terdiri dari penyimpanan dan penggantian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian jenis obat dan alat kesehatan serta pengelolaan pada troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania dengan Standar Operasional Prosedur yang ada di Rumah Sakit Melania. Hasil evaluasi diperoleh berdasarkan hasil pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan petugas yang menangani troli emergensi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk persentase. Kesimpulan yang di dapat pada evaluasi kesesuaian obat dan ALKES troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 93 % sesuai dengan daftar obat dan ALKES pada SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 7 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penyimpanan obat maupun ALKES troli emerensi HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 84 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 16 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penggantian obat maupun ALKES troli emerensi HCU menunjukan hasil rata – rata 88 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 12 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN PENGELOLAAN OBAT SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PURASEDA

2023Koleksi Perpustakaan

Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas Puraseda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan adanya himbauan untuk masyarakat yang sakit dengan kondisi ringan agar tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko penularan, sehingga mempengaruhi kunjungan pasien ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari pandemi COVID-19 terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Puraseda. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif terhadap pengelolaan obat dari segi pengendalian dan evaluasi obat rusak/kadaluwarsa sebelum dan saat pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kunjungan pasien sebesar 12,54%, persediaan obat berdasarkan jumlah obat mengalami penurunan sebesar 7,44% dan berdasarkan item obat mengalami kenaikan sebesar 2,12%, pemakaian obat berdasarkan jumlah obat dan item obat mengalami kenaikan sebesar 9,1 % dan 5,88%. Persentase obat rusak/kadaluwarsa pada tahun 2019 yaitu 1,1% dan pada tahun 2020 yaitu 13,38%. Kesimpulanya yaitu adanya perbedaan pengelolaan obat sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Puskesmas Puraseda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

2023Koleksi Perpustakaan

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN TERAPI COVID-19 PADA GELOMBANG 1 COVID 2020 DENGAN GELOMBANG 2 COVID 2021 DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2 lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAN DAUN JAMBU BOL (Syzyguium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), MENGGUNAKAN METODE DPPH

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v) untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2), 41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail