Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: DPPH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINYAK BIJI SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS"

2025Koleksi Perpustakaan

Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

2025Koleksi Perpustakaan

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) DAN DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum)

2025Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03 ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

2024Koleksi Perpustakaan

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)

2023Koleksi Perpustakaan

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2023Koleksi Perpustakaan

Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight) walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50 lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

2023Koleksi Perpustakaan

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus x aurantifolia (Christm) Swingle.)

2023Koleksi Perpustakaan

Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1 (0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4 (0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50 berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012 ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi mutu fisik sediaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EKSTRAK METABOLIT EKSTRASELULER Lactobacillus fermentum B978 SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode 1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN Garcinia forbesii King MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN VARIASI DAUN HIJAU DAN DAUN GUGUR

2022Koleksi Perpustakaan

Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAN DAUN JAMBU BOL (Syzyguium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), MENGGUNAKAN METODE DPPH

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v) untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2), 41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMANGI (Ocimum americanum Linn) DAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia (Ten.) Steenis).

2022Koleksi Perpustakaan

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70% kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin, tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SEDIAAN LOTION EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIN SEBAGAI PELEMBAB

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi dari radikal bebas. Daun kelor mengandung tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan. Untuk mempermudah penggunaan antioksidan dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk sediaan lotion dengan menggunakan ekstrak etanol 96% daun kelor 0,1%, dengan memvariasikan gliserin sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun kelor 0,1% dengan variasi konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% dan menguji stabilitas fisiknya dengan metode cycling test yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, daya sebar, daya lekat, uji efektivitas lotion sebagai pelembab dengan menggunakan alat skin analyzer, uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol 96% daun kelor pada konsentrasi ekstrak sebesar 0,1% dengan metode peredamanradikal bebas DPPH, uji iritasi dari lotion. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dibuat deret konsentrasi 12,5, 25, 50, 100, dan 200 ppm, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 514,5 nm. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 135,072 μg/mL. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dengan variasi konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% memiliki nilai efektivitas kelembaban sebesar 44,56%, 50,05% dan 66,26%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BIJI DAN TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.)

2021Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089 ppm dan 42,509 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITASlANTIOKSIDANlSEDUHANlDAUN SALAM (Syzygiumlpolyanthuml(Wight) Walp.) DAN DAUN STEVIA (StevialrebaudianalBertoni) SERTA KOMBINASINYA

2021Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik, memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba, antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat), daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44 ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail