BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai
antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak
perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan
kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha
Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning
fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai
pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,
steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan
metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi
menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil
penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok
senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji
Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif
menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha
Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan
antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan
vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang
rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan
ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum
dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah
memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.)
Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi
sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya
sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas
antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut-
turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong
antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi
15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang
lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang
memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang
mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan
yang lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa
bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun
melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang
terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang
memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan
metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari
seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture
of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8,
dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas
antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun
sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid,
falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu
fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi
sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki
nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun
sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight)
walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki
kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai
antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari
ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman
radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta
kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi
5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur
absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515
nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut
sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya
dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24
ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan
kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50
lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas
antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel
facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan
facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil
menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter
uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil
evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan
7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan
menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)
menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50
terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk
diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan
perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah
dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat
aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah
jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat
radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit
jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang
diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan.
Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1
(0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4
(0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas
DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang
gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid,
saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid,
saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50
berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan
serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012
ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi
mutu fisik sediaan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam
produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran
pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki
senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian
ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit
ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler
bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT
rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode
1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk
memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri
UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh
nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin
C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan
sangat kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi
pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus
mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas
antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang
memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan
menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas
dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur
dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas
antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan
dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang
digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau
dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol
70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk
mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya
memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid,
flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau
memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur
memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi
kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan
daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun
Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa
antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun
jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan
yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan
masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun
jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun
jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun
jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan
uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70%
daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v)
untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang
kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji
organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas
dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun
jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off
semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing
formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2),
41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul
tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul
atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat
memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik
atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70%
kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan
1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin,
tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang
dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji
Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai
IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut
sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah
formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi
mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar,
daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi
oksidasi dari radikal bebas. Daun kelor mengandung tanin, steroid, triterpenoid,
flavonoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan.
Untuk mempermudah penggunaan antioksidan dalam penelitian ini dibuat dalam
bentuk sediaan lotion dengan menggunakan ekstrak etanol 96% daun kelor 0,1%,
dengan memvariasikan gliserin sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk
membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun kelor 0,1% dengan variasi
konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% dan menguji stabilitas fisiknya dengan
metode cycling test yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas,
uji pH, daya sebar, daya lekat, uji efektivitas lotion sebagai pelembab dengan
menggunakan alat skin analyzer, uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol 96%
daun kelor pada konsentrasi ekstrak sebesar 0,1% dengan metode peredamanradikal
bebas DPPH, uji iritasi dari lotion. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dibuat
deret konsentrasi 12,5, 25, 50, 100, dan 200 ppm, kemudian diukur absorbansinya
menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 514,5 nm. Lotion
ekstrak etanol 96% daun kelor memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50
sebesar 135,072 μg/mL. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dengan variasi
konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% memiliki nilai efektivitas kelembaban
sebesar 44,56%, 50,05% dan 66,26%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi
dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol,
steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi
sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan
masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi
formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%)
dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan
tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki
aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta
pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4
(XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089
ppm dan 42,509 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam
efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki
kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid
yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)
merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan
makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik,
memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba,
antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai
antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid,
saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan
aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan
metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret
konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10,
20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada
deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan
dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun
salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat),
daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan
perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44
ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.