2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal
dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon
tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang
sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi
dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba
seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal
maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian
antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode
spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan
fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid,
flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari
nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam
sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol
tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76
ppm dan 190,57 ppm.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun mahkota dewa (Phaleria macrocarapa Boerl.) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa, dan ekstrak
kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Ekstrak kombinasi daun kersen dan daun mahkota dewa perbandingan 3:1 pada konsentrasi 40% menunjukkanrespon hambat terbaik terhadap bakteri
Streptococcus mutans dengan rerata diameter zona hambat 19,28 mm dikategorikan
dalam respon hambat kuat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun binahong dan daun babadotan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan yang secara empiris sejak jaman dahulu dan dimanfaatkan untuk antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa tanaman dan untuk mengetahui adanya efek penyembuhan peradangan pada kulit, pada ekstrak etanol 96% Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dan Daun Babadotan (Aregatum conyzoides, L.) serta kombinasinya dengan menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu tunggal binahong, tunggal babadotan, kombinasi 1:1, 3:1, 1:3, kontrol positif (salep trombophob) dan kontrol negatif (Na-CmC). Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% pada daun binahong dan daun babadotan masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid. Data diperoleh dengan cara menghitung persen penurunan pada udema mencit Selama 6 jam, hasil data untuk penurunan pembengkakan kontrol positif persen penurunan udem sebesar 83.79%, untuk kontrol negatif persen penurunan sebesar 23,75%, untuk ekstrak etanol 96% daun binahong memiliki persen penurunan sebesar 37,80%, untuk ekstrak etanol 96% daun babadotan persen penurunan sebesar 72.64%, untuk kombinasi 1:1 penurunan persen sebesar 36,87%, untuk kombinasi 3:1 persen penurunan sebesar (79.32% dan untuk kombinasi 1:3 persen penurunan sebesar 57,54%. Kandungan senyawa flavoid yang terdapat pada ekstrak yang berfungsi menurunkan pembengkakan pada mencit.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara
sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa
dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita
diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG
yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita
diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal
dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan
pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas
fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang
disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup
uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan
selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan
pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar
serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi
perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di
suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi
2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik
suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih
menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak
industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang
dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan
yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang
memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat
diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data
stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut
organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau
retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian
dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1,
2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014,
menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi
menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal.
Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang
diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur
menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di
dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data
yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas
piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil
kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang
ditetapkan farmakope.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan
termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan
polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak
daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah
menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki
aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%
hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi
konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai
IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang
termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut
adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara
ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji
organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu
mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang
digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah
jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan
terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein
fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang
memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk
mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c),
minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap
Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji
karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan
mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan
pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi
1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2%
dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing
sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk
purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi
1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387
mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona
hambat kuat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai
kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu
(Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna
merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota
kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk
compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis.
Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna
ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8%
(F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid,
nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik,
uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji
iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan
eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah
berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2
berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan
warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan
menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji
iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu
dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan
formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak
mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan
menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder.
Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan
sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data
karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis,
dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih
jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini
diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi
menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak
5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang
samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut
kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan
selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki
kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap
perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak
daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik
ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak
daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian
fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kelangsungan hidup probiotik dalam produk pangan dan seluruh
pencernaan saat ini masih rendah. Untuk meningkatkan peran probiotik dalam
menjaga kesehatan sistem pencernaan maka probiotik yang terdapat dalam
makanan perlu dilindungi dan dipertahankan jumlahnya melalui enkapsulasi
probiotik dengan material enkapsulasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk
enkapsulasi bakteri Lactobacillus fermentum dengan terlapis kitosan, mengetahui
efisiensi enkapsulasi, dan viabilitas bakteri setelah enkapsul bakterinya direndam
dalam cairan asam lambung, serta mengetahui bentuk dan keadaan permukaan
kapsul bakteri melalui analisis Scanning Electrone Microscope (SEM). Hasil
penelitian menunjukkan enkapsulasi bakteri L. fermentum terlapis kitosan dapat
dilakukan pada matriks enkapsulasi natrium alginat 1%, 2%, dan 3% dengan masa
kapsul berturut-turut 23,02 gram, 13,85 gram, dan 19,5 gram dan memiliki jumlah
koloni bakteri 3,2 x 107 CFU/gram, 8,9 x 107 CFU/gram, dan 3,1 x 107 CFU/g.
Efisiensi enkapsulasi yang terbaik didapatkan pada matriks natrium alginat 2%,
yaitu 45,18%. Viabilitas enkapsulasi bakteri setelah direndam dalam cairan
simulasi asam lambung pH 6,0 adalah 64%. Analisis morfologi enkapsulasi
probiotik bakteri Lactobacillus fermentum dengan SEM menunjukkan butiran
kapsul yang membulat dengan kerutan bergelombang, butiran terlapis kitosan
lebih besar (θ =1400μm – 1600μm) dengan permukaan lebih kasar dari pada
butiran tak terlapis kitosan (θ = 450μm – 800μm).
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buah tin merupakan sumber penting komponen bioaktif mengandung senyawa fenol,
benzaldehida, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki sifat antioksidan.
Ekstrak buah tin memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes baik terhadap
penghambatan enzim α-amilase. Tujuan penelitian untuk pengujian kualitatif dan
kuantitatif buah tin yang dapat menghambat enzim α-amilase sehingga dapat
mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yang menggunakan
kontrol positif akarbosa sebagai pembanding. Buah tin yang dilakukan secara maserasi
menggunakan pelarut etanol 70%, hasil maserasi buah tin yang didapatkan diuji
fitokimia nya. Hasil aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% buah tin dihitung untuk
mendapatkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan buah tin mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Dalam uji aktivitas penghambatan
ekstrak etanol 70% buah tin pada enzim α-amilase didapatkan IC50 sebesar 40,2572
ppm dan nilai IC50 untuk akarbosa adalah 47,9769 ppm. Dengan demikian buah tin
memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α-amilase dengan antioksidan yang
sangat kuat
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.