BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai
penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih
jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji
kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan
simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14
hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah
dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa
ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid
dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1,
P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%,
dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada
mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol
dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang
berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang
tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana
berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam
empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat
sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh
daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau
kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan
menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada 670 nm, nilai absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh
dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh
dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan
100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1
:1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan
nilai IC50 sebesar 60,8ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal
dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon
tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang
sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi
dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba
seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal
maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian
antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode
spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan
fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid,
flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari
nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam
sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol
tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76
ppm dan 190,57 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan salah satu golongan lemak padat seperti lilin, penumpukan lemak padat secara berlebih disebut dengan penyakit kolesterol. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanaman herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengobati penyakit salah satunya kolesterol, pemanfaatan tanaman jahe salah satunya diteliti secara in vitro dan in silico sebagai acuan pembuktian terbuktinya adanya aktivitas biologis sebagai penghambat aktivitas HMG-KoA dari jahe sebagai anti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 25 senyawa aktif dalam jahe yang memiliki aktivitas penghambat aktivitas HMG-
KoA sebagai anti kolesterol secara in silico menggunakan aplikasi Molegro Virtual Docker. Data diperoleh dengan dua tahapan, tahapan pertama pengambilan reseptor protein dari situ Protein Data Bank (PDB) yang memiliki aktivitas anti kolesterol kemudian divalidasi hingga memiliki nilai validasi < 2Å. Tahapan kedua 25 senyawa aktif yang terkandung dalam jahe dan ligan pembanding di docking kemudian diuji sifat fisikokimia berdasarkan Lipinski rule’s of five , ADME dan toksisitas. Hasil dari penelitian menunjukkan kode reseptor yang digunakan yaitu 1HW9, 2Q6C, dan 1DQA dengan nilai validasi <2Å. Kemudian 25 senyawa dilakukan docking dibandingkan dengan Simvastatin sebagai ligan pembanding dengan nilai paling baik senyawa gingerenon dengan kode 1DQA dengan nilai Rerank score -104,397 kkal/mol dan memiliki kategori absorpsi, distribusi, metabolisme dan toksisitas yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman
yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung
senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas
enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin
menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein
mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar
kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas
antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana
yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak
secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing
ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol
dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol
dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan
Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang
salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada
penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki
aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada
konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan
persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil
asetat sebesar 68%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki
komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol
dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang
inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar
kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl,
menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari
penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang
sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan
dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96%
sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu
sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak
etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian
aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang
maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80,
didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan
hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil
nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari
makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru
agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat
menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan
kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto
(Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam
yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak
diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi
Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis
pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun
sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu
Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik
dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam
yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1
dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value
0,01 < 0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita
hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang
mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat
tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma
longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak
tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh
dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara
kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan
pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga
diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50).
Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan
senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%)
dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol
menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm)
yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada
kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai
potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm)
dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi
ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Vigna radiata L. atau kacang hijau adalah tanaman yang diketahui memiliki
kandungan senyawa metabolit sekunder yang mampu menurunkan kadar kolesterol
dalam darah. Tujuan dalam penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sari
kacang hijau segar dengan kacang hijau yang difermentasikan menggunakan jamur
Rhizopus sp. sebagai penurun kadar kolesterol total darah dalam uji in vivo selama
28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dikelompokkan ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na-
CMC 1%), kelompok kontrol positif (simvastatin 0,18 mg/200 gBB), kelompok perlakuan (sari tempe kacang hijau 0,9 g/200 gBB, sari tempe kacang hijau 1,8
g/200 gBB, sari kacang hijau 0,9 g/200 gBB, dan sari kacang hijau 1,8 g/200 gBB)
yang masing-masing kelompok terdiri atas empat ekor tikus. Aktivitas sari tempe
kacang hijau dan sari kacang hijau dilihat dari penurunan kadar kolesterol darah
pada tikus putih jantan menggunakan alat kolesterol meter. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol dari kelompok sari tempe
kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (1,8 g/200 gBB) berturut-turut
sebesar 24 mg/dl dan 27,5 mg/dl. Secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis
dan uji Post Hoc Dunn-Bonferroni (α = 0,05) menunjukkan sari tempe kacang hijau
(1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (0,9 g/200 gBB dan 1,8 g/200 gBB) tidak
memiliki perbedaan nyata dengan simvastatin 10 mg dalam menurunkan kolesterol
total.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar
lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit
jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat
mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan
tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan
senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat
dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol
dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta
meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang
digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria
ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui
adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun
hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi
menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan
konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki
efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak
lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk
mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan
senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin,
kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat
deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian
ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas
penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg
GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol,
hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku
obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat
menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat
yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight)
Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid,
saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan
pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun
salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat
dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok.
Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia
menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam
penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96%
sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50
93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak
etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57
mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat
digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan
polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat
menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan
kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam
ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh
untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling
aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian
dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328
mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol
sebesar 165,41 mg/g.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial
yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein
plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan
cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga
menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan
dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah
daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan
pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total
fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian
penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan
Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang
672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol
menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm
dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368
mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti
kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak
tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol,
daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai
antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit
sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol
ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode
infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan
metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk
menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara
lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid,
Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain
Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid
dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh
sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk
kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai
IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.