Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Kolesterol
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK

2025Koleksi Perpustakaan

Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% HERBA SELEDRI (Apium graveolens) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76 ppm dan 190,57 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENAMBATAN MOLEKULER 25 SENYAWA AKTIF DARI JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI PENGHAMBAT AKTIVITAS HMG-KoA

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu golongan lemak padat seperti lilin, penumpukan lemak padat secara berlebih disebut dengan penyakit kolesterol. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanaman herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengobati penyakit salah satunya kolesterol, pemanfaatan tanaman jahe salah satunya diteliti secara in vitro dan in silico sebagai acuan pembuktian terbuktinya adanya aktivitas biologis sebagai penghambat aktivitas HMG-KoA dari jahe sebagai anti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 25 senyawa aktif dalam jahe yang memiliki aktivitas penghambat aktivitas HMG- KoA sebagai anti kolesterol secara in silico menggunakan aplikasi Molegro Virtual Docker. Data diperoleh dengan dua tahapan, tahapan pertama pengambilan reseptor protein dari situ Protein Data Bank (PDB) yang memiliki aktivitas anti kolesterol kemudian divalidasi hingga memiliki nilai validasi < 2Å. Tahapan kedua 25 senyawa aktif yang terkandung dalam jahe dan ligan pembanding di docking kemudian diuji sifat fisikokimia berdasarkan Lipinski rule’s of five , ADME dan toksisitas. Hasil dari penelitian menunjukkan kode reseptor yang digunakan yaitu 1HW9, 2Q6C, dan 1DQA dengan nilai validasi <2Å. Kemudian 25 senyawa dilakukan docking dibandingkan dengan Simvastatin sebagai ligan pembanding dengan nilai paling baik senyawa gingerenon dengan kode 1DQA dengan nilai Rerank score -104,397 kkal/mol dan memiliki kategori absorpsi, distribusi, metabolisme dan toksisitas yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2025Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT

2025Koleksi Perpustakaan

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SACHA INCHI (Plukentia volubilis L) SECARA IN VITRO

2024Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl, menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96% sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80, didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

2024Koleksi Perpustakaan

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2024Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI INFUSA DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

2023Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1 dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value 0,01 < 0,05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

2023Koleksi Perpustakaan

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL SARI DAN TEMPE KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN

2023Koleksi Perpustakaan

Vigna radiata L. atau kacang hijau adalah tanaman yang diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tujuan dalam penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sari kacang hijau segar dengan kacang hijau yang difermentasikan menggunakan jamur Rhizopus sp. sebagai penurun kadar kolesterol total darah dalam uji in vivo selama 28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dikelompokkan ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na- CMC 1%), kelompok kontrol positif (simvastatin 0,18 mg/200 gBB), kelompok perlakuan (sari tempe kacang hijau 0,9 g/200 gBB, sari tempe kacang hijau 1,8 g/200 gBB, sari kacang hijau 0,9 g/200 gBB, dan sari kacang hijau 1,8 g/200 gBB) yang masing-masing kelompok terdiri atas empat ekor tikus. Aktivitas sari tempe kacang hijau dan sari kacang hijau dilihat dari penurunan kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan menggunakan alat kolesterol meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol dari kelompok sari tempe kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (1,8 g/200 gBB) berturut-turut sebesar 24 mg/dl dan 27,5 mg/dl. Secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc Dunn-Bonferroni (α = 0,05) menunjukkan sari tempe kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (0,9 g/200 gBB dan 1,8 g/200 gBB) tidak memiliki perbedaan nyata dengan simvastatin 10 mg dalam menurunkan kolesterol total.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN TEPUNG RUMPUT LAUT COKLAT (Turbinaria ornata) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BERBENTUK FLAKES UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL

2023Koleksi Perpustakaan

Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENURUNAN KADAR KOLESTEROL EKSTRAK AIR DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) SECARA IN VITRO

2023Koleksi Perpustakaan

Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin, kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol, hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022Koleksi Perpustakaan

Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight) Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok. Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96% sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50 93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57 mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL OLEH EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DENGAN METODE MASERASI BERTINGKAT

2022Koleksi Perpustakaan

Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328 mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 165,41 mg/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)H. Rob) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang 672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL EKSTRAK AIR KOMBINASI DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol, daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail