Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Fitokimia
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"KARAKTERISTIK DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DARI KOPI HIJAU JENIS ROBUSTA (Coffea Canephora)"

2025Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH, skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%, 12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%. Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA

2025Koleksi Perpustakaan

Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN Garcinia forbesii King MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN VARIASI DAUN HIJAU DAN DAUN GUGUR

2022Koleksi Perpustakaan

Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail