BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki
banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti
antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan
aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh
melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol
96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak
diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak
ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2-
diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada
ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak
mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid,
saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian
metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil
asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan
daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut
memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50
semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi
pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan buah yang memiliki
khasiat sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil yang didapat dari uji fitokimia pada
buah carica memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, alkaloid dan
saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan buah carica,
membuat sediaan body lotion ekstrak buah carica kemudian diuji aktivitas
antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-
picrylhydrazyl1) dan diukur serapannya menggunakan alat spektrofotometri UV-
Vis pada panjang gelombang 517 nm. Kemudian diuji stabilitas pada suhu 4°C,
40°C dan 27°C. Sediaan body lotion dilakukan evaluasi dan stabilitas organoleptis,
pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi,
pemisahan fase. Hasil organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar,
uji daya lengket, tipe emulsi, dan pemisahan fase memenuhi persyaratan sesuai
standar yang ditetapkan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak buah carica memiliki
aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 30,753 μg/mL dan aktivitas antioksidan
sediaan body lotion ekstrak buah carica dengan konsentrasi 0,3%, 1,5%, dan 3%
memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 7,035 μg/mL, 10,534 μg/mL dan,
20,730 μg/mL.