BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam
suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih
besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies
gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan
Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif
penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.
Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan
metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan
fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid,
saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan
secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans
yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak
2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada
kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat
kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan
zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang),
ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin
menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba
meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram
positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus
aureus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang
digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah
jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan
terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein
fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang
memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk
mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c),
minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap
Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji
karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan
mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan
pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi
1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2%
dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing
sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk
purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi
1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387
mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona
hambat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling
umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka
yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri
Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam
(Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa
flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak
tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk
membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun
sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi
dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan
diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa
ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-
turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol
salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm,
12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk
dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata-
rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam
yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi
yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3
(sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti
memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada
rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada
gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri
Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji
(Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri
oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat
bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang
digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai
kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal
KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk
menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm
dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus
mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat
dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk
menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email,
dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans.
Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan
daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan
kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi
dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih
dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun
stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih
diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus
daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan
infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan
pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji
antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis
secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi
ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik
yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas
yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi
meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa.
Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri
Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies.
Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid,
flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang
terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan
kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik
sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33
mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya
hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan
sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada
konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way
ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari
ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156
dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang
didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kedua perlakuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik.
Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito
oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap
pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul
beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik
mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan
Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula
F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam
laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi
yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia
yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah
batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang
dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat
mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas
sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu
ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test
selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan
metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri
diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20
mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm,
8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu
Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm
dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu
dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan
nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut
yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri
Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman
obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor
bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk
kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun
cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel
tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans
secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh
wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23
mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1)
dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat.
Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih
baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor
bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25%
yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk
kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi
memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus
mutans.