Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Toksisitas
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP EMBRIO IKAN ZEBRA (Danio rerio)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam, antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas, mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test (ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)

2024Koleksi Perpustakaan

Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS EKSTRAK AIR SARANG SEMUT DARI PAPUA DAN PANGANDARAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

2024Koleksi Perpustakaan

Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat antikanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS SEDIAAN INFUSA KOMBINASI DAUN KEMANGI (Ocimum tenuiflorum L.) DAN BUNGA KEMBANG SEPATU (Hybiscus rosa-sinensis L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2022Koleksi Perpustakaan

Daun kemangi memiliki khasiat sebagai obat antipiretik, memperbaiki pencernaan, encok, urat syaraf dan sebagainya. Sedangkan bunga kembang sepatumemiliki khasiat untuk menurunkan panas, infeksi saluran kencing, batuk berdahak, mimisan, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji toksisitas teh daun kemangi dan teh kembang sepatu, serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Infusa daun kemangi dan bunga kembang sepatu di uji fitokimia nya. Dilakukan uji toksisitas daun kemangi dan bunga kembang sepatu serta kombinasinya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan daun kemangi mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. sedangkan bunga kembang sepatu mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Infusa daun kemangi memiliki nilai LC50 sebesar 1584,362 ppm, LC50 infusa bunga kembang sepatu sebesar 165,196 ppm, LC50 infusa kombinasi daun kemangi dan bunga kembang sepatu 1:1 sebesar 1119,383 ppm, kombinasi 1:2 sebesar 1146,783 ppm, kombinasi 2:1 sebesar 1180,189 ppm. Dengan demikian Kombinasi daun kemangiserta kombinasinya termasuk dalam kategori non toksik yang tidak berpotensi potensi sebagai antikanker, sedangkan untuk infusa bunga kembang sepatu termasuk kedalam kategori toksik sehingga memiliki potensi sebagai obat anti kanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96%DAUN SIRSAK (Annona mucirata) DAN DAUN JOHAR (Senna siamea) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzigium polyantha Wigh Walp) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test

2022Koleksi Perpustakaan

Kombucha adalah minuman ringan dari china yang merupakan hasil fermentasi teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk uji toksisitas kombucha daun salam (Syzigium polyantha (Wigh) Walp) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kombucha daun salam dibuat melalui fermentasi hasil infusa daun salam dan gula dengan SCOBY (Symbotic Culture of Bacteria Yeast). Kombucha daun salam yang diperoleh di uji fitokimia dan ditetapkan nilai pH nya. Uji toksisitas kombucha dilakukan dengan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan kombucha daun salam mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin dan tanin, serta bersifat masam dengan nilai pH 3,09-3,17. Dalam Uji toksisitas diperoleh Nilai LC50 kombucha daun salam pada konsentrasi 0,625%, 1,25%, 1,875%, 2,5% dan 3,75% secara berturut-turut sebesar 476,43 ppm, 439,54 ppm, 434,51 ppm, 373,25 ppm, dan 370,68 ppm. Dengan demikian kombucha daun salam termasuk dalam kategori toksik yang berpotensi potensi sebagai antikanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

2022Koleksi Perpustakaan

Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai antikanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT PETAI ( Parkia Speciosa ) DAN..KULIT..JENGKOL ( Archidendron jiringa..( Jack )..I.C.Nielsen )..DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

2021Koleksi Perpustakaan

Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50 (Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50 diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2. Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS EKSTRAK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test

2021Koleksi Perpustakaan

Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol 70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan 171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga berpotensi sebagai antikanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail