BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai
obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam,
antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas,
mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak
serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test
(ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji
skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif
seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak
memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai
nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak
etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori
sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong
dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai
LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan
kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Indonesia menjadi negara dengan pengidap diabetes melitus tertinggi ke-5 di dunia. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dihasilkan dari defisiensi relatif dalam sekresi insulin dan atau resistensi terkait dengan hormon insulin. Banyak pengembangan pengobatan pada diabetes melitus khususnya pengembangan obat dari bahan alam salah satu nya dengan bahan daun sirsak dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada seduhan daun sirsak, seduhan daun sambiloto dan kombinasinya. Pengujian ini dilakukan secara in vitro dengan metode penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan ELISA Reader pada panjang gelombang 405 nm dengan hasil absorbansi yang akan diolah sehingga menghasilkan persen penghambatan dan nilai IC50. Pada daun sirsak terdapat alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan glukosida. Sedangkan pada daun sambiloto memiliki kandungan alkaloid,
saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Seduhan tunggal daun sirsak
menghasilkan IC50 sebesar 81,82 ppm dan seduhan tunggal sambiloto sebesar 95,21 ppm. IC50 pada kombinasi seduhan daun sirsak dan seduhan daun sambiloto 1:1, 1:3 dan 3:1 secara berurutan sebesar 65,53 ppm, 131,29 ppm dan 43,21 ppm. Akarbosa sebagai kontrol positif memiliki IC50 sebesar 9,92 ppm. Pada sampel kombinasi 3:1 menghasilkan nilai IC50 sebesar 43,21 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur
yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan
gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan
yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair
dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan
metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen
kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk.
Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml
yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari.
Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin
C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk
dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %.
Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin,
steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85
(mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar
0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung
golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C
sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total
gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha
daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha
daun sirsak serbuk.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang
terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang
memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan
metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari
seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture
of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8,
dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas
antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun
sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid,
falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu
fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi
sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki
nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun
sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif
pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya
(Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn)
dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan
maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia
dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96%
daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid,
saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat
menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan
kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya
dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak
beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan
Pityrosporum ovale.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun
sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.