BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak
(Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan
metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan
senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil
ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang
didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman
radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis
(KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas
antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50.
Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan
dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak
biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid.
Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat
menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2
ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki
nilai IC50 <100 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat mencegah dan
memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui
penghambatan mekanisme oksidatif. Daun salam memiliki aktivitas antioksidan
dengan kandungan senyawa flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh nilai IC50 dari ekstrak etil asetat fraksi etil asetat daun salam
(Syzygium polyanthum (Wigh) Walp.). Metode yang digunakan pada penetuan
antioksidan adalah metode peredaman radikal 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH).
Pada penelitian ini daun salam diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol
96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Ektrak etil asetat daun salam
diuji aktivitas antioksidannya serta dilakukan pemisahan dengan metode
kromatografi Lapis Tipis dan Kolom, hingga diperoleh fraksi dan sub fraksi
terbaik berdasarkan persen hambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 72,54 ppm (kuat) dan F.5.6
merupakan fraksi terbaik sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 7,33 ppm
(sangat kuat). Pembanding yang digunakan yaitu vitamin C menunjukan nilai IC50
sebesar 5,52 ppm (sangat kuat). Antioksidan setelah fraksinasi memiliki aktivitas
lebih kuat dari ekstrak dengan katagori sangat kuat dan setara dengan vitamin C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan
gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal
memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau
glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi
insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut
memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan
herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu
jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β-
sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode
maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil
asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat
dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu
dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh
isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta
ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5
merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm
dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13
mg/gram.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai
antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari
parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan
Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi
menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air,
fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non
spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental,
warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari
larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total
1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%,
tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba
ALT sebesar2,5 101
cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total
fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air
dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk
dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang
banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim
tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya
adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang
diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat-
zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia
tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang
diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu
dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3
pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali
dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia
tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose).
selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak
15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok
larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi
tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur
volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol
negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai
kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg
sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang
(Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya
perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga
p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang
memiliki efekdiuretik.