Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

54 hasil
Penulis: Harry Noviardi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

STABILITAS SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternate L) DENGAN VARIASI MINYAK ZAITUN DAN CMC

2025Koleksi Perpustakaan

Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC (5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan 6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C, 40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis

2025Koleksi Perpustakaan

Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C), DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu bakteri penyebab penyakit gigi tersebut adalah bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakakah kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix D.C) dan ekstrak etanol 96% daun saga (Abrus precatorius L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui zat aktif yang terkandung dari masing-masing ekstrak. Uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga memiliki kandungan, flavonoid, saponon, tanin, streoid dan triterpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Straptococcus muntans. Kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dalam perbandingan konsentrasi 1:1 menghasilkan rata-rata diameter 7,48 mm, perbandingan 1:3 diperoleh zona hambatan sebesar 8,31 mm dan pada konsentrasi 3:1 diperoleh diameter sebesar 7,85 mm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 menghasilkan zona hambat tertinggi pada perbandingan 1:3. Perlu dilakukan uji konsentrasi hambat minimum dan pengembangan dalam bentuk sediaan sehingga didapatkan informasi lebih lanjut terkait aktivitas antibakteri yang dihasilkan pada ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF DARI TANAMAN KELUARGA LAMIACEAE SEBAGAI INHIBITOR ASETILKOLINESTERASE UNTUK PENGOBATAN ALZHEIMER

2025Koleksi Perpustakaan

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif dan neurodegenartif yang dapat menyerang orang pada usia 65 tahun keatas. Salah satu penyebab Alzheimer adalah kurangnya asupan neurotransmitter asetilkolin (ACh) pada otak. Tanaman keluarga Lamiaceae telah dipercaya memiliki potensi sebagai inhibitor asetilkolinesterase (AChEI) yang dapat mengurangi gejala Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif pada tanaman keluarga Lamiaceae yang terdiri dari Salvia officinalis L., Salvia lavandulifolia Vahl., Rosmarinus officinalis L., Melissa officinalis L., dan Collinsonia canadensis L. sebagai AChEI secara in silico. Senyawa dari tanaman keluarga Lamiaceae diuji dengan parameter fisikokimia, toksisitas, binding affinity (∆G), Konstanta Inihibisi (Ki), Absorbsi Distribusi Metabolisme Ekskresi (ADME) dan dinamika molekular. Dari 834 senyawa tanaman keluarga Lamiaceae diperoleh senyawa 3,5,5- Trimethyl-4-[3-[3,4,5-trihydroxy-6-(hydroxymethyl) oxan-2]-yl]oxybut-1-enyl] cyclohex-2-en-1-one dari tanaman Salvia officinalis L. memiliki potensi sebagai AChEI dengan nilai Bobot Molekul (BM) sebesar 370 Dalton, hidrogen donor sebanyak 4, hidrogen akseptor sebanyak 7, nilai koefisien partisi Log P 3.46, nilai molar refraktifitas sebesar 100, binding affinity (∆G) sebesar -11,2 kkal/mol dan Ki sebesar 0,981 μM dan energi total Molecular Mechanics Generalized Boltzmann Surface Area (MM-GBSA) sebesar 31,381 kkal/mol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum)

2025Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03 ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )

2025Koleksi Perpustakaan

Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT

2025Koleksi Perpustakaan

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEK NEKTAR CAIR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK

2024Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemik adalah keadaan glukosa darah meningkat sampai di atas 200 mg/dl. Nektar ialah cairan manis yang dihasilkan dari kelenjar nektaris tanaman pada bunga, daun, dan batang. Nektar mengandung laktosa, galaktosa, dan fruktosa dalam jumlah sedikit. Nektar juga mengandung ion K+, antioksidan asam askorbat, lipid fenol, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam nektar cair, perubahan kadar glukosa darah pada tikus dengan dosis nektar cair 0,09 ml/200 gram, 0,18 ml/200 gram, 0,27 ml/200 gram. Tikus diukur kadar glukosa darah normal kemudian diiduksi dengan aloksan sebanyak 120 mg/KgBB. Setelah hari ke-3 tikus diukur kembali kadar glukosa darah kemudian tikus yang sudah memiliki kadar glukosa >200 mg/dl diberikan perlakuan nektar cair dan metformin. Kadar glukosa darah diukur kembali pada hari ke-10 dan 17 setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian menunjukan nektar cair mengandung golongan senyawa kimia alkaloid dan flavonoid. Hasil uji antihiperglikemik menunjukan bahwa nektar cair dapat menurunkan kadar glukosa darah, dimana penurunan yang paling tinggi terdapat pada dosis 2 sebesar 72,30% dibanding kontrol positif sebesar 57,58% dan kontrol negatifsebesar 14,82%. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan dan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )

2024Koleksi Perpustakaan

Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI SENYAWA FLAVONOID SEBAGAI TERAPI PENYAKIT PARKINSON MELALUI PENDEKATAN PENAMBATAN MOLEKUL

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å. Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan yang baik pada waktu simulasi 100 ns.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail