BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Yogurt merupakan salah satu produk probiotik berupa susu fermentasi yang
dapat memberikan manfaat kesehatan melalui peningkatan keseimbangan
mikroflora usus. Substitusi tepung bekatul beras merah pada yogurt selain
meningkatkan nutrisi, juga meningkatkan sifat fisik yogurt. Penelitian dilakukan
untuk mendapatkan formula yogurt yang ditambah tepung bekatul beras merah, uji
hedonik dan uji stabilitas yogurt yang dihasilkan. Tepung bekatul beras merah
setelah diayak, disterilisasi dan dipanaskan. Formulasi yogurt dilakukan dengan
cara mempasteurisasi susu full cream (F1), low fat (F2), skimmed (F3) dan fresh
(F4) dengan penambahan susu bubuk skim 5%, sukrosa 5% dan tepung bekatul
beras merah 1% kemudian difermentasi selama 8 jam. Organoleptik F1, F2, F3, F4
kental, homogen, F2 lebih disukai dalam segi penampakan, tekstur dan rasa, sedang
F1 lebih disukai dalam segi aroma. Seluruh formula stabil selama penyimpanan dan
memenuhi standar SNI 2981:2009 tentang yogurt.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh
orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi
dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi
asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa
digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas
L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan
asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke
dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan
metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah
sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah
L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat
pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x
1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi
1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi
asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu
mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x
109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik
enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari
buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji
terhadap cairan asam lambung.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan
minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus.
Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80
dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat
pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span
80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan
sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48%
dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram.
Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik,
karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan
dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang
dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB
yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan
peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh
Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta
telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai
antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok
senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala.
Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan
stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap
Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan
minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan
35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji
aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia
menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak
pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas
lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter
organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2,
dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk
kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan
bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hand sanitizer cair adalah sediaan dengan berbagai kandungan yang cepat
membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan. Ekstrak etanol daun jambu
air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) sudah diketahui berpotensi besar sebagai
antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan hand
sanitizer ekstrak daun jambu air yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas
terbaik dari variasi konsentrasi ekstrak. Metode penelitian ini adalah pengujian
fitokimia daun jambu air dan formulasi hand sanitizer cair ekstrak etanol 96%
daun jambu air Syzygium aquem (Brum.f) Alston) dengan lima formulasi sediaan
hand sanitizer yaitu F1 (kontrol negatif), F2 (5%), F3 (10%), F4 (15%), dan F5
(kontrol positif). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sediaan hand sanitizer
cair meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, cycling test, dan stabilitas pada
suhu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jambu air
mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan tannin. Pada F2 dengan
konsentrasi 5% menghasilkan pH yaitu sebesar 4,5 memenuhi syarat standar pH
kulit, sedangkan pada pengujian homogenitas tidak ada yang memenuhi
persyataran homogenitas. Pada uji stabilitas dengan metode cycling test dan
stabilitas suhu penyimpanan semua parameter pengujian mutu fisik menghasilkan
tidak ada perubahan secara signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi
dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol,
steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi
sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan
masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi
formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%)
dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan
tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki
aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta
pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4
(XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089
ppm dan 42,509 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut adalah salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dalam
tata rias rambut untuk mengganti ataupun mengembalikan warna rambut. Daun
urang aring (Eclipta prostrata) dan daun rambutan (Naphelium lappaceum)
merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa tanin yang berfungsi sebagai
penghasil warna dari warna kuning, coklat sampai keemasan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak daun rambutan dan ekstrak daun urang
aring dengan perbedaan bahan pembangkit warna dapat memberikan efek dan
stabilitas warna pada rambut, mutu fisik dan kesukaan dari warna rambut yang
dihasilkan sediaan pewarna rambut. Penelitian ini membuat formula pewarna
rambut dengan membandingkan pembangkit warna. Pembangkit warna pirogalol
ditambah tembaga (II) sulfat dan asam askorbat ditambah besi (II) sulfat dapat
diformulasikan ke dalam sediaan pewarna rambut dengan bahan pembangkit
tersebut didapatkan hasil dari warna light ivory hingga warna chocolate brown.
Jangka waktu perendaman rambut mempengaruhi warna rambut yang dihasilkan,
pada formula 2 memiliki daya lekat warna yang lebih kuat pada rambut dapat
bertahan hingga 15 kali pencucian, dan untuk stabilitas warna terhadap sinar
matahari menunjukkan hasil tetap stabil. Sediaan pewarna rambut dari ekstrak
urang aring dan daun rambutan berbentuk gel, beraroma khas, memiliki pH sediaan
4,5-6,5, viskositas pada kisaran 3000-49400 cps. Formula yang banyak diminati
oleh masyarakat ialah F1 urang aring.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut
yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri
Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman
obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor
bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk
kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun
cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel
tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans
secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh
wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23
mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1)
dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat.
Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih
baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor
bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25%
yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk
kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi
memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus
mutans.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019
menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala
(Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel
ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada
penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel
dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji
mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling
test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung
senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas
antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan
konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel
ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri
sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut
6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel
ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes.