Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: IC50
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% HERBA SELEDRI (Apium graveolens) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76 ppm dan 190,57 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI SEDUHAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Indonesia menjadi negara dengan pengidap diabetes melitus tertinggi ke-5 di dunia. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dihasilkan dari defisiensi relatif dalam sekresi insulin dan atau resistensi terkait dengan hormon insulin. Banyak pengembangan pengobatan pada diabetes melitus khususnya pengembangan obat dari bahan alam salah satu nya dengan bahan daun sirsak dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada seduhan daun sirsak, seduhan daun sambiloto dan kombinasinya. Pengujian ini dilakukan secara in vitro dengan metode penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan ELISA Reader pada panjang gelombang 405 nm dengan hasil absorbansi yang akan diolah sehingga menghasilkan persen penghambatan dan nilai IC50. Pada daun sirsak terdapat alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan glukosida. Sedangkan pada daun sambiloto memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Seduhan tunggal daun sirsak menghasilkan IC50 sebesar 81,82 ppm dan seduhan tunggal sambiloto sebesar 95,21 ppm. IC50 pada kombinasi seduhan daun sirsak dan seduhan daun sambiloto 1:1, 1:3 dan 3:1 secara berurutan sebesar 65,53 ppm, 131,29 ppm dan 43,21 ppm. Akarbosa sebagai kontrol positif memiliki IC50 sebesar 9,92 ppm. Pada sampel kombinasi 3:1 menghasilkan nilai IC50 sebesar 43,21 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96%, FRAKSI ETIL ASETAT dan FRAKSI AIR DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karena peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Terapi penghambatan enzim α-glukosidase salah satu cara untuk mengobati diabetes. Penggunaan bahan alam seperti daun sirih hutan merupakan tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih hutan dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penarikan golongan senyawa aktif daun sirih hutan dilakukan dengan cara ekstraksi dan fraksinasi. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro menggunakan instrumen ELISA Reader. Golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun sirih hutan adalah flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid dan glikosida tetapi pada fraksi air tidak mengandung steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase yang termasuk kedalam kategori kuat adalah adalah ekstrak etanol 96% dengan nilai IC50 sebesar 27,45 ppm dan fraksi etil asetat sebesar 44,68 ppm sedangkan fraksi air sebesar 54,44 ppm masuk dalam kategori sedang dalam menghambat enzim α-glukosidase, kemudian kontrol positif akarbosa masuk dalam kategori kuat memiliki nilai IC50 sebesar 12,66 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIDIABETES NEKTAR KRISTAL DENGAN METODE PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO

2024Koleksi Perpustakaan

Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35. Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α- glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal, akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SEBAGAI ANTIDIABETES

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm, kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3 3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

2023Koleksi Perpustakaan

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ALFA- GLUKOSIDASE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) SECARA In vitro

2023Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi. Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah. Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Terapi diabetes melitus dapat menggunakan obat antihiperglikemik oral golongan penghambatan enzim α-glukosidase dengan menunda proses absorpsi glukosa ke dalam darah sehingga menurunkan peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase ekstrak etil asetat daun teh hasil fraksinasi dan membandingkan aktivitas yang lebih baik antara ekstrak etil asetat dan isolat. Penelitian ini menggunakan ekstrak etil asetat daun teh hasil partisi, kemudian diuji aktivitas hingga diperoleh nilai IC50. Ekstrak tersebut dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT hingga diperoleh fraksi dengan aktivitas terbaik dalam menghambat enzim α-glukosidase. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memperoleh nilai IC50 sebesar 45,00 ppm. Fraksi terbaik diperoleh pada kromatografi kolom kedua dengan kode CSEA-2.1 dengan nilai IC50 41,51 ppm. Kesimpulannya fraksi hasil kromatografi kolom memiliki aktivitas lebih baik dari eksttrak dalam menghambat enzim α-glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

2023Koleksi Perpustakaan

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR β-SITOSTEROL HASIL ISOLASI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β- sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5 merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13 mg/gram.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-AMILASE EKSTRAK ETANOL 70% BUAH TIN (Ficus carica L.) SECARA IN VITRO

2022Koleksi Perpustakaan

Buah tin merupakan sumber penting komponen bioaktif mengandung senyawa fenol, benzaldehida, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki sifat antioksidan. Ekstrak buah tin memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes baik terhadap penghambatan enzim α-amilase. Tujuan penelitian untuk pengujian kualitatif dan kuantitatif buah tin yang dapat menghambat enzim α-amilase sehingga dapat mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yang menggunakan kontrol positif akarbosa sebagai pembanding. Buah tin yang dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, hasil maserasi buah tin yang didapatkan diuji fitokimia nya. Hasil aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% buah tin dihitung untuk mendapatkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan buah tin mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Dalam uji aktivitas penghambatan ekstrak etanol 70% buah tin pada enzim α-amilase didapatkan IC50 sebesar 40,2572 ppm dan nilai IC50 untuk akarbosa adalah 47,9769 ppm. Dengan demikian buah tin memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α-amilase dengan antioksidan yang sangat kuat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAN DAUN JAMBU BOL (Syzyguium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), MENGGUNAKAN METODE DPPH

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v) untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2), 41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL EKSTRAK AIR KOMBINASI DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol, daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50 paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50 yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama 28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu 4°C selama 50 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS DAN KINETIKA INHIBISI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU MANIS JAWA (CINNAMOMUM VERUM) TERHADAP ENZIM a-GLUKOSIDAS

2021Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na. Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435 g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY LOTION EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)

2021Koleksi Perpustakaan

Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI, F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm, sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu 35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi 3.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail