BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang
tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana
berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam
empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat
sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh
daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau
kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan
menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada 670 nm, nilai absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh
dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa
Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid,
Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh
dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan
100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1
:1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan
nilai IC50 sebesar 60,8ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan
tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas
beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan
untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan
antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing
(Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji
aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis
menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara
kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian
F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas
dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL
dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas
antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM
terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal
dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon
tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang
sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi
dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan
pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba
seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal
maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian
antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode
spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang
diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan
fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid,
flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari
nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam
sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol
tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76
ppm dan 190,57 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Indonesia menjadi negara dengan pengidap diabetes melitus tertinggi ke-5 di dunia. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dihasilkan dari defisiensi relatif dalam sekresi insulin dan atau resistensi terkait dengan hormon insulin. Banyak pengembangan pengobatan pada diabetes melitus khususnya pengembangan obat dari bahan alam salah satu nya dengan bahan daun sirsak dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada seduhan daun sirsak, seduhan daun sambiloto dan kombinasinya. Pengujian ini dilakukan secara in vitro dengan metode penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan ELISA Reader pada panjang gelombang 405 nm dengan hasil absorbansi yang akan diolah sehingga menghasilkan persen penghambatan dan nilai IC50. Pada daun sirsak terdapat alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan glukosida. Sedangkan pada daun sambiloto memiliki kandungan alkaloid,
saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Seduhan tunggal daun sirsak
menghasilkan IC50 sebesar 81,82 ppm dan seduhan tunggal sambiloto sebesar 95,21 ppm. IC50 pada kombinasi seduhan daun sirsak dan seduhan daun sambiloto 1:1, 1:3 dan 3:1 secara berurutan sebesar 65,53 ppm, 131,29 ppm dan 43,21 ppm. Akarbosa sebagai kontrol positif memiliki IC50 sebesar 9,92 ppm. Pada sampel kombinasi 3:1 menghasilkan nilai IC50 sebesar 43,21 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karena peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Terapi penghambatan enzim α-glukosidase salah satu cara untuk mengobati diabetes. Penggunaan bahan alam seperti daun sirih hutan merupakan tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih hutan dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penarikan golongan senyawa aktif daun sirih hutan dilakukan dengan cara ekstraksi
dan fraksinasi. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro menggunakan instrumen ELISA Reader. Golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun sirih hutan adalah flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid dan glikosida tetapi pada fraksi air tidak mengandung steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase yang termasuk kedalam kategori kuat adalah adalah ekstrak etanol 96%
dengan nilai IC50 sebesar 27,45 ppm dan fraksi etil asetat sebesar 44,68 ppm sedangkan fraksi air sebesar 54,44 ppm masuk dalam kategori sedang dalam menghambat enzim α-glukosidase, kemudian kontrol positif akarbosa masuk dalam kategori kuat memiliki nilai IC50 sebesar 12,66 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam
pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa
sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35.
Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita
diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat
enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α-
glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40,
60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam
kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal,
akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam
kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah
penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi
penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek
samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun
stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L)
dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan
aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan
instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi
diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan
uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak
etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata
dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak
tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm,
kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3
3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai
IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif
sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga
rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai
antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita
hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang
mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat
tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma
longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak
tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh
dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara
kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan
pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga
diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50).
Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan
senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%)
dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol
menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm)
yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada
kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai
potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm)
dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi
ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme
yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati
diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase.
Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk
menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara
kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari
ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu
menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi.
Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan
menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak
etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil
pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif
dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat
aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan
termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan
polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak
daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah
menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki
aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%
hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi
konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai
IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang
termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut
adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara
ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji
organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu
mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang
ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin
maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa
dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga
dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah.
Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai
antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang
memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang
dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak
etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi
yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi
etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam
kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil
kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat
enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan suatu kelompok gangguan metabolisme yang
ditandai dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan
sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, serta gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein. Terapi diabetes melitus dapat menggunakan obat
antihiperglikemik oral golongan penghambatan enzim α-glukosidase dengan
menunda proses absorpsi glukosa ke dalam darah sehingga menurunkan
peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase ekstrak etil asetat daun teh hasil
fraksinasi dan membandingkan aktivitas yang lebih baik antara ekstrak etil asetat
dan isolat. Penelitian ini menggunakan ekstrak etil asetat daun teh hasil partisi,
kemudian diuji aktivitas hingga diperoleh nilai IC50. Ekstrak tersebut dipisahkan
dengan metode kromatografi kolom dan KLT hingga diperoleh fraksi dengan
aktivitas terbaik dalam menghambat enzim α-glukosidase. Hasil penelitian
menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memperoleh nilai IC50 sebesar 45,00 ppm.
Fraksi terbaik diperoleh pada kromatografi kolom kedua dengan kode CSEA-2.1
dengan nilai IC50 41,51 ppm. Kesimpulannya fraksi hasil kromatografi kolom
memiliki aktivitas lebih baik dari eksttrak dalam menghambat enzim α-glukosidase.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas
antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel
facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan
facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil
menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter
uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil
evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan
7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan
menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)
menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50
terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan
gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal
memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau
glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi
insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut
memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan
herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu
jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β-
sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode
maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil
asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat
dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu
dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh
isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta
ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5
merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm
dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13
mg/gram.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buah tin merupakan sumber penting komponen bioaktif mengandung senyawa fenol,
benzaldehida, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki sifat antioksidan.
Ekstrak buah tin memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes baik terhadap
penghambatan enzim α-amilase. Tujuan penelitian untuk pengujian kualitatif dan
kuantitatif buah tin yang dapat menghambat enzim α-amilase sehingga dapat
mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yang menggunakan
kontrol positif akarbosa sebagai pembanding. Buah tin yang dilakukan secara maserasi
menggunakan pelarut etanol 70%, hasil maserasi buah tin yang didapatkan diuji
fitokimia nya. Hasil aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% buah tin dihitung untuk
mendapatkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan buah tin mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Dalam uji aktivitas penghambatan
ekstrak etanol 70% buah tin pada enzim α-amilase didapatkan IC50 sebesar 40,2572
ppm dan nilai IC50 untuk akarbosa adalah 47,9769 ppm. Dengan demikian buah tin
memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α-amilase dengan antioksidan yang
sangat kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun
Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa
antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun
jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan
yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan
masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun
jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun
jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun
jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan
uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70%
daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v)
untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang
kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji
organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas
dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun
jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off
semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing
formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2),
41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti
kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak
tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol,
daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai
antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit
sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol
ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode
infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan
metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk
menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara
lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid,
Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain
Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid
dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh
sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk
kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai
IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan
hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang
disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian
ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang
kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa
metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na.
Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan
menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi
dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa
(C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm
dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis
Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435
g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit
batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.