BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kultur awal kombucha yang dikenal sebagai SCOBY memfermentasi teh dan gula untuk menghasilkan kombucha. Kombucha memiliki kualitas antioksidan. Kehadiran fenolik bebas yang dihasilkan selama proses fermentasi inilah yang membuat kombucha memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi semakin banyak kandungan fenolik yang dihasilkan, semakin tinggi aktivitasnya. Kulit biji kopi Robusta merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Tujuan penelitian ini untuk menentukan golongan metabolit dan aktivitas antioksidan dari infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada infusa dan kombucha kulit biji kopi Robuasta dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penentuan golongan metabolit dilakukan secara kualitatif menggunakan uji fitokimia. Waktu fermentasi kulit biji kopi dilakukan selama 8 hari. Hasil skrinning fitokimia infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan optimum pada infusa dan kombucha kulit biji kopi konsentrasi 2%, dengan presentase peredaman radikal bebas infusa sebesar 80,81% dan kombucha sebesar 93,35%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai
antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak
perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan
kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha
Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning
fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai
pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,
steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan
metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi
menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil
penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok
senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji
Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif
menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha
Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan
antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan
vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang
rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan
ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum
dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah
memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.)
Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi
sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya
sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas
antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut-
turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong
antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi
15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang
lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang
memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang
mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan
yang lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya
antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary
dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan
karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki
kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas
antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan
mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama
penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan
ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik
(organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask.
Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang
berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4
oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama
28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun
rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid.
Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak
etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun
rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan
dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50
10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu
fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble
gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76-
39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai
antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB.
Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa
sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental
rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa
bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun
melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sediaan granul effervescent yaitu kombinasi senyawa asam dan basa jika
ditambahkan air (H2O) bereaksi melepaskan karbondioksida (CO2) menjadi buih, mudah dikonsumsi, larut dalam air dan menyegarkan. Temulawak (Curcuma xanthorriza. Roxb) dibuat simplisia dan diperoleh kadar air 3,268%. Maserasi 250 gram simplisia dengan 2500 mL etanol 96%. Ekstrak kental 27,59 gram, rendemen 11,036%, mengandung senyawa kimia alkaloid pereaksi wagner, flavonoid, dan terpenoid. Granul effervescent dibuat dengan granulasi basah. Formulasi ke 3 masuk dalam karakteristik serta stabil pada suhu penyimpanan. Aktivitas antioksidan minggu ke-0 suhu 4 ̊,28 ̊, dan 40 ̊ nilai IC50 sebesar 2,396 ppm kategori sangat kuat. Minggu ke-4 IC50 meningkat, suhu 4 ̊C sebesar 5,071 ppm, suhu 28 ̊C
sebesar 6,509 ppm, suhu 40 ̊C sebesar 6,098 ppm kategori sangat kuat. Kadar air granul suhu 4 ̊C dan 28 ̊C masuk kriteria 5-6%, suhu 40 ̊C melebihi kriteria, waktu alir antara 4-5 detik dan sudut istirahat antara 25°-30°, waktu larut 2-5 menit dengan pH 5-7.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi serbuk simplisia dengan air pada suhu 90°C selama 15 menit. Perpaduan bunga rosella dengan stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan yang mengandung lebih banyak antioksidan yaitu dengan diolah menjadi “Teh kombucha” merupakan produk fungsional hasil fermentasi larutan teh menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture of Bacterial and Yeast). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan golongan senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan serta karakteristik infusa dan kombucha. Infusa serta kombucha bunga Rosella dan stevia
dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 20-100 g/L dengan waktu fermentasi selama 8 hari. Paramater uji yang dilakukan terhadap infusa serta kombucha meliputi penentuan metabolit sekunder dengan uji fitokimia, uji pH, total asam titrasi, total fenol serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Metabolit sekunder yang terkandung pada infusa bunga rosella dan stevia adalah
flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada kombuchanya terkandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH berturut-turut dengan nilai IC75 54,73 g/L dan 28,23 g/L. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai nilai pH 3-4. Total asam tertitrasi pada infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia masing-masing sebesar 3,12%-
4,42%, dan 3,97%-5,82%. Kadar total fenol kombucha lebih tinggi dibandingkan dengan infusanya yaitu sebesar 18,580-25,378 mg/g GAE. Oleh sebab itu, kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai aktivitas antioksidan, total fenol, dan total asam yang lebih tinggi dibandingkan sediaan infusanya.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah
nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan
vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki
cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada
permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal
kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari
Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah
nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar
kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk
menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana
(Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram,
selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan
dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara
merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi
F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji
organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan
terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai
formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu
formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan
spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak
(Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan
metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan
senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil
ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang
didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman
radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis
(KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas
antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50.
Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan
dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak
biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid.
Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat
menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2
ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki
nilai IC50 <100 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang
memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi
sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi
menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas
antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan
aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50
sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil
ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung
5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas
antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak
kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki
pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula
yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3
dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak
kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki
banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti
antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan
aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh
melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol
96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak
diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak
ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2-
diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada
ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak
mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid,
saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian
metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil
asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan
daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut
memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50
semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi
pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.