Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: Padmono Citroreksoko
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL EKSTRAK AIR KOMBINASI DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol, daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARDISASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp) H.Rob) DARI PERKEBUNAN DI WONOSOBO

2022Koleksi Perpustakaan

Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol 96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi, angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat herbal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTVITAS RAKSINASI EKSTRAK ETILASETAT TANAMAN PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) SEBAGAI DIURETIKA

2021Koleksi Perpustakaan

Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat- zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3 pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose). selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak 15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang memiliki efekdiuretik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail