Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Serum
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

2025Koleksi Perpustakaan

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Osbeck) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne

2023Koleksi Perpustakaan

Propionibacterium acnes adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat melalui peradangan kronis pada lapisan folikel pilosebasea disertai sumbatan dan penumpukan bahan keratin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon yang berfungsi sebagai antibakteri, menentukan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dari ekstrak kulit jeruk lemon dan sediaan serum. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, glikosida, saponin dan tritepenoid. Formulasi serum ekstrak etanol kulit jeruk lemon dibuat dengan konsentrasi bervariasi 20%, 25% dan 30%. Zona hambat antibakteri yang diperoleh dengan konsentrasi terbaik ada pada formula 30% adalah sediaan serum dengan nilai 14,40 mm dan ekstrak kulit jeruk lemon dengan nilai 12,76 mm keduanya masuk dalam kategori kuat karena >10 mm. Stabilitas fisik dilakukan pada semua formula sediaan serum dan diuji dengan organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Adapun formula yang stabil setelah uji stabilitas adalah formulasi 1 selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon semakin tinggi diameter zona hambat. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dalam efek formula adalah signifikan (p<0,05) pada aktivitas antibakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) dan AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.). Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96% daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol 96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96% daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga (Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian cycling test.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus x aurantifolia (Christm) Swingle.)

2023Koleksi Perpustakaan

Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1 (0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4 (0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50 berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012 ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi mutu fisik sediaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail