BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk
mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.
Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat
dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek
samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah
(Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta
kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken
Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam
penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih
jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada
masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi
infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65
mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing
pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik,
kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam
penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi
sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati
kontrol positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang
tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat
memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji
memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang
mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan
body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir
surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak
daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga
formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas
antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya
sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%)
yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk
dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada
FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas,
daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah
dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung
tidak stabil selama peyimpanan.