Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Psidium guajava L
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN JAMBU BIJI BERDAGING MERAH (Psidium guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN

2022Koleksi Perpustakaan

Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah (Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65 mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik, kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati kontrol positif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% KOMBINASI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2021Koleksi Perpustakaan

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji : daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar 20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI BODY LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SERTA PENENTUAN NILAI SPF

2021Koleksi Perpustakaan

Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%) yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung tidak stabil selama peyimpanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail