Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kombinasi ekstrak
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% KOMBINASI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2021Koleksi Perpustakaan

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji : daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar 20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021Koleksi Perpustakaan

Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23 mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1) dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat. Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25% yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus mutans.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail