Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: MUHAMMAD ZAENAL MUTAQIEN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail