Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Syzygium polyanthum
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT

2025Koleksi Perpustakaan

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI INFUSA DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

2023Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1 dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value 0,01 < 0,05).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

2023Koleksi Perpustakaan

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat dalam menghambat enzim -glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2023Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat mencegah dan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif. Daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan kandungan senyawa flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai IC50 dari ekstrak etil asetat fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp.). Metode yang digunakan pada penetuan antioksidan adalah metode peredaman radikal 2,2 difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Pada penelitian ini daun salam diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Ektrak etil asetat daun salam diuji aktivitas antioksidannya serta dilakukan pemisahan dengan metode kromatografi Lapis Tipis dan Kolom, hingga diperoleh fraksi dan sub fraksi terbaik berdasarkan persen hambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 72,54 ppm (kuat) dan F.5.6 merupakan fraksi terbaik sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 7,33 ppm (sangat kuat). Pembanding yang digunakan yaitu vitamin C menunjukan nilai IC50 sebesar 5,52 ppm (sangat kuat). Antioksidan setelah fraksinasi memiliki aktivitas lebih kuat dari ekstrak dengan katagori sangat kuat dan setara dengan vitamin C.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR β-SITOSTEROL HASIL ISOLASI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β- sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5 merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13 mg/gram.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail