Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: ekstrak kombinasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban), RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTI FUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JOHOR (Senna siamea (Lam.)H.S.IRWIN & BARRNEBY) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) TERHADAP Candida albicans

2021Koleksi Perpustakaan

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid. Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai 14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar : rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail