Profil penulis
Nina Imaniar
22 karya publik ditemukan.
PENENTUAN KADAR ASAM KLOROGENAT PADA EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (coffea canephora) DENGAN SPEKROFOTOMETRI UV-VIS
PENGARUH FILTRAT JERUK LEMON (Citrus x limon L Osbeck) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM Timbal (Pb) PADA IKAN NILA ( Oreochromis niloticus Blkr)
KADAR TOTAL FENOL FLAVONOID KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Genetum ngemon L.)DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimi L.) SEBAGAI SUN PROTECTION FATOR (SPF)
PERBANDINGAN EFEK TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 70% dan 96% DAUN ALPUKAT MENGGUNAKAN METODE BSLT PADA LARVA UDANG ARTEMIA SALINAL
"UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINYAK BIJI SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS"
Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.
AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK
Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK INFUSA SERTA KOMBUCHA BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)
Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi serbuk simplisia dengan air pada suhu 90°C selama 15 menit. Perpaduan bunga rosella dengan stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan yang mengandung lebih banyak antioksidan yaitu dengan diolah menjadi “Teh kombucha” merupakan produk fungsional hasil fermentasi larutan teh menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture of Bacterial and Yeast). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan golongan senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan serta karakteristik infusa dan kombucha. Infusa serta kombucha bunga Rosella dan stevia dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 20-100 g/L dengan waktu fermentasi selama 8 hari. Paramater uji yang dilakukan terhadap infusa serta kombucha meliputi penentuan metabolit sekunder dengan uji fitokimia, uji pH, total asam titrasi, total fenol serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Metabolit sekunder yang terkandung pada infusa bunga rosella dan stevia adalah flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada kombuchanya terkandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH berturut-turut dengan nilai IC75 54,73 g/L dan 28,23 g/L. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai nilai pH 3-4. Total asam tertitrasi pada infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia masing-masing sebesar 3,12%- 4,42%, dan 3,97%-5,82%. Kadar total fenol kombucha lebih tinggi dibandingkan dengan infusanya yaitu sebesar 18,580-25,378 mg/g GAE. Oleh sebab itu, kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai aktivitas antioksidan, total fenol, dan total asam yang lebih tinggi dibandingkan sediaan infusanya.
AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK KULIT BATANG SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN PELARUT AIR, ETANOL DAN ETIL ASETAT
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil asetat sebesar 68%.
UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)
Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.
TOKSISITAS EKSTRAK AIR SARANG SEMUT DARI PAPUA DAN PANGANDARAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat antikanker.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA INFUSA KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VIVO
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.
VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI KOMBINASI MALTODEKSTRIN & ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG
Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x 1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x 109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji terhadap cairan asam lambung.
KUALITAS SEDIAAN SIRUP PARASETAMOL TERHADAP KONTAMINASI MIKROBA DAN KADAR PARASETAMOL SELAMA MASA PENGGUNAAN
Sirup parasetamol sering digunakan sebagai antipiretik bagi anak-anak karena sirup parasetamol mengandung gula yang dapat menyamarkan rasa tidak nyaman di indra perasa anak-anak juga kemudahan dalam pemberian dosis dibanding dengan bentuk sediaan lainnya. Sediaan oral yang mengandung gula dapat berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sediaan sirup parasetamol terhadap kontaminasi mikroba dan kadar parasetamol selama masa penggunaan. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 Generik dengan merek dagang dan 2 Generik tanpa merek dagang (generik berlogo) dengan masing-masing sampel bernomor batch yang sama. Sampel sirup parasetamol diberi perlakuan buka tutup kemasan selama 3 hari dan pengeluaran isi sebanyak 45 ml, setelah itu pada hari ke 7 setelah perlakuan sisa volume parasetamol dilakukan uji kadar parasetamol dengan spektrofotometri UV-Vis dan uji cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total. Hasil penelitian kadar parasetamol menyatakan bahwa terjadi penurunan kadar pada sampel Generik 1, Generik 2, Merek 1 dan Merek 2 dengan rata-rata penurunan secara berurutan sebesar 15,309%, 10,049%, 6,476% dan 0,638%. Hasil penelitian cemaran mikroba menyatakan hasil yang negatif, tidak terjadi cemaran mikroba pada sampel dan kontrol negatif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% HERBA MENIRAN HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus
Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang), ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.
PROFIL METABOLIT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) CAIR DAN SERBUK
Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY (Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl- persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm, vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90 ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045 ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu, kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul dibandingkan kombucha daun salam serbuk.
VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI NATRIUM ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L ) PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG
Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi bahan inti dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan selama proses pengolahan, penyimpanan, pencernaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui viabilitas Lactobacillus plantarum yang terenkapsulasi natrium alginat pada sediaan sari buah sirsak dalam lingkungan cairan asam lambung. Enkapsulasi pada penelitian ini dilakukan metode ektrusi dengan matriks natrium alginat konsentrasi 1%, 2%, 3%. Ketiga konsentrasi ini diuji untuk melindungi Lactobacillus plantarum didalam sari buah sirsak dari pengaruh cairan simulasi asam lambung. Hasil enkapsulasi dilakukan pengujian efisiensi serta pengujian viabilitas dalam cairan simulasi asam lambung. Dari pengujian viabilitas didapatkan hasil enumerasi sel dalam matriks natrium alginat dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% berturut turut adalah, adalah 4 x 107 CFU/gram, 5,7 x 107 CFU/gram, 1,56 x 108 CFU/gram. Setelah diuji dengan cairan simulasi asam lambung didapatkan nilai jumlah bakteri dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3% berturut turut adalah < 30 koloni, 3,2 x 107 CFU/gram , 9,4 x 107 CFU/gram. Nilai pH sari buah sirsak yang ditambahkan kapsul probiotik yaitu 3,8 , 3,9 dan 4,05. Konsentrasi terbaik Na alginat untuk menjerat Lactobacillus plantarum yaitu 3% dengan jumlah bakteri 9,4 x 107 CFU/gram.
ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.), SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN KOMBINASINYA DENGAN METODE DPPH
Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder, serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85 μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat. Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).
OPTIMASI KOMPOSISI LACTOBACILLUS CASEI DAN LACTOBACILLUS PLANTARUM PADA YOGHURT PEPAYA (CARICA PAPAYA.L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
PROFIL METABOLIT Lactobacillus plantarum MENGGUNAKAN GC-MS
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan efek baik atau kesehatan bagi inangnya. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah salah bakteri yang umumnya digunakan sebagai bakteri probiotik karena kemampuannya dalam mengubah karbohidrat (gula termasuk laktosa) menjadi asam laktat. Agen probiotik yang seringkali digunakan yaitu Lactobacillus yang merupakan kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus plantarum termasuk bakteri homofermentatif yang memiliki karakteristik tumbuh pada suhu 45°C, tetapi tidak pada suhu 15°C, sel berbentuk batang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa metabolit dari Lactobacillus plantarum yang telah fermentasi pada substrat berbeda yaitu pada media MRSB dan media susu. Penentuan senyawa metabolit yang terkandung dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa yang sebelumnya diderivatisasi dengan BSTFA (N,O-bis(trimetilsilil)- trifluoroasetamid). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diperoleh 3 profil yaitu terdapat sebanyak 68% senyawa metabolit sekunder yang dapat ditemukan pada kedua jenis substrat berupa 26,31% senyawa hanya dapat dutemukan pada Lactobacillus plantarum yang hanya difermentasikan pada substrat MRSB dan 5,26% senyawa hanya diperoleh dari Lactobacillus plantarum yang difermentasikan substrat susu. Dari kedua sampel yang di uji, kromatogram tertinggi merupakan senyawa Asam Dodekanoat dengan kadar masing-masing yaitu 28,535% dan 33,046%.