BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kadar glukosa di dalam darah dikendalikan oleh beberapa mekanisme
homeostatik yang dalam keadaan sehat dapat mempertahankan kadar dalam rentang 70 sampai 110 mg/dl dalam keadaan puasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), beserta kombinasinya terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Penelitian ini menggunakan hewan percobaan mencit (Mus musculus) yang terdiri dari 7 kelompok. Semua kelompok diinduksi dengan aloksan 150 mg/kgBB. Pada hari ke 3 setelah induksi semua mencit di ukur kadar glukosanya. Mencit yang telah hiperglikemi diberi perlakuan dengan pemberian secara peroral yaitu ekstrak bunga rosella, ekstrak daun stevia, kombinasi ekstrak bunga rosella dari ekstrak daun stevia dengan perbandingan 1:1, 2:1, 3:1 , kontrol positif (Metformin) dan kontrol negatif ( Na-CMC 0,5%) selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 70% pada bunga
rosella dan daun stevia masing-masing mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan tritepernoid. Penurunan kadar glukosa darah puasa mencit yang mendapat ekstrak bunga rosella sebesar (73,04%), ekstrak daun stevia sebesar (74,75%), kombinasi ekstrak bunga rosella dan daun stevia dengan perbandingan 1:1 sebesar (80,08%), 2:1 sebesar (65,95 %), 3:1 sebesar (65,03%)
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam
pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa
sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35.
Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita
diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat
enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α-
glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40,
60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam
kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal,
akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam
kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam
menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan
yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1),
200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB
sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar
glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa
flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase
penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-
masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70%
daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar
GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan
kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400
mg/kgBB.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh
ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan
hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa
darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja
dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan
glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat
enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam
dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui
proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan
dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat
pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α-
glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan
enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi
terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat
enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa
fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat
dalam menghambat enzim -glukosidase.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus sering juga disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit
yang menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Diabetes
melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien
prevalensi penyakit ini yang terus meningkat terutama pada negara berkembang
dan negara yang memasuki budaya industrialisasi. Tingkat kepatuhan pasien
dalam mengkonsumsi obat antidiabetes dapat memperkecil terjadinya komplikasi
karena kadar glukosa dalam tubuh dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi pasien diabetes melitus tipe 2 yang
mendapatkan antidiabetes oral dan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe
2 dalam mengkonsumsi obat oral yang digunakan dalam terapi. Penelitian ini
dilakukan dengan metode observasional secara cross sectional menggunakan data
primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8 yang sudah
tervalidasi. Hasil penelitian terhadap 76 responden berdasarkan data
Sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (56,58%),
usia 56-65 tahun sebanyak 36 responden (47,37%), pendidikan terakhir SMA
sebanyak 36 responden (47,37%), dan pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 31
responden (40,79%). Hasil kuesioner MMAS-8 76 responden sebanyak 41
responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (53,95%) 33 responden memiliki
tingkat kepatuhan sedang (43,42%) 2 responden memiliki tingkat kepatuhan
rendah (2,63%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang
ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin
maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa
dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga
dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah.
Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai
antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang
memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang
dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak
etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi
yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi
etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam
kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil
kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat
enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan
pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat
antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada
pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan
pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80
pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan
metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling
tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65
tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah
Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian
ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes
yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23
pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus
terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode
Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif
flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah
(antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo.
Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan
hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan
kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan
dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan
dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan
17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah
yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging
buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.