BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan
kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan
pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan
sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya
mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai
pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai
kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi
sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami
dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat
dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang
dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode
Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil
penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan
Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang
baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Lip balm yaitu pelembab bibir dalam bentuk sediaan semi solid dalam bentuk
bahan utama yaitu minyak, lemak dan lilin serta berfungsi untuk memberikan
perawatan pada kulit bibir dengan anggapan akan memberikan wajah yang lebih
percaya diri. Lip balm sendiri yaitu sediaan kosmetik dengan basis hamper sama
dengan formulasi lipstick, namun tanpa adanya warna atau trasparan. Banyaknya
lip balm yang sudah terdapat warna di mendorong peneliti membuat sediaan lip
balm ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami dari ekstrak kayu secang
(Caesalpinia Sappan L) untuk menghindari pewarna sintetik. Tujuan dari penelitian
kali ini membuat sediaan lip balm dengan metode infusa dan konsentrasi warna
alami. Dibuat 3 formulasi yaitu 0,3%, 0,6% dan 0,9% dengan ekstrak kering kayu
secang lalu dilakukan evalusi sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya
lekat, uji organoleptik dan uji kesukaan. Hasil pengujian evaluasi menunjukan hasil
yang baik denganp pengamatan selama 14 hari dan hasil uji kesukaan menunjukan
konsentrasi 0,6% yang paling disukai.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pewrna pipi atau yang dikenal dengan (blush on) merupakan sediaan kosmetik yang
berfungsi untuk memberikan warna dipipi dengan sentuh artistik dan mampu
membuat wajah terlihat segar dalam tatarias. Sediaan pewarna pipi (blush on)
mempunyai manfaat dapat memperbaiki wajah agar terlihat segar, cantik dan
berdimensi. Warna-warna pada pewarna pipi (blush on) terdiri dari warna merah,
merah muda, jingga dan kecokelatan. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dapat
dimanfaatkan sebagai pewarna alami karena mempunyai kandungan antosianin.
Antosianin ialah pigmen tumbuhan yang menghasilkan warna merah pada bunga
rosella. Tujuan penelitian ini untuk memberikan bukti bahwa ekstrak bunga rosella
dapat digunakan sebagai pewarna alami dan mempunyai mutu fisik yang baik. Pada
penelitian ini dibuat formula sediaan blush on cream dengan variasi konsentrasi
2,5% 5% dan 7,5% ekstrak kental bunga rosella kemudian di uji mutu fisik hingga
diperoleh formula terbaik. Formula yang dihasilkan kemudian di evaluasi stabilitas
dengan metode Cycling Test. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas,
uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji viskositas. Hasil pengujian sesudah
stabilitas menunjukan sediaan yang dibuat mempunyai mutu fisik yang baik,
kecuali pH dan daya lekat tidak memenuhi persyaratan.