Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: stabilitas
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS DIPERCEPAТ SEDIAAN LOTION JERAWAT DERMASHINE

2025Koleksi Perpustakaan

Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33 cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6, 19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21 homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21 suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan mutu fisik lotion

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STABILITAS SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternate L) DENGAN VARIASI MINYAK ZAITUN DAN CMC

2025Koleksi Perpustakaan

Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC (5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan 6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C, 40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI HAIR MASK ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ROSEMARY (Salvia rosmarinus Spenn.) DAN STABILITASNYA

2025Koleksi Perpustakaan

Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask. Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4 oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50 10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76- 39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN PARE (Momordica Carantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana B)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan 1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIK NEKTAR SERBUK DARI NIRA KELAPA

2024Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi 2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIKA NEKTAR CAIR NIRA KELAPA

2024Koleksi Perpustakaan

Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama 4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan nilai viskositas akhir 575 cps.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STABILITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KEJI BELING ( Strobilanthes sp)

2023Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN STABILITAS DIPERCEPAT PIRACETAM 800 MG TABLET SALUT MENGGUNAKAN PELARUT SALUT ORGANICBASE DAN WATERBASE

2023Koleksi Perpustakaan

Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1, 2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014, menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal. Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang ditetapkan farmakope.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL DARI BIJI BUAH AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr)

2023Koleksi Perpustakaan

Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28 hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama 28 hari penyimpanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)

2023Koleksi Perpustakaan

Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL 96 % JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

2022Koleksi Perpustakaan

Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2 (0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN STABILITAS HEMODINAMIK OBAT KOMBINASI PROPOFOL-KETAMIN-MIDAZOLAM DAN KOMBINASI PROPOFOL-FENTANYL-MIDAZOLAM PADA INDUKSI ANESTESI PASIEN OPERASI DI RS SILOAM BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70 pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg. Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05 (0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk RR.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g) Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil: kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat 30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas (Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif 730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMANGI (Ocimum americanum Linn) DAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia (Ten.) Steenis).

2022Koleksi Perpustakaan

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70% kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin, tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50 paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50 yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama 28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu 4°C selama 50 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI EMULGATOR TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN KRIM ANTI ACNE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domesticae Val) DAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa)

2022Koleksi Perpustakaan

Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus. Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80 dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span 80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48% dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram. Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik, karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STABILITAS GEL EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops Versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID

2022Koleksi Perpustakaan

Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar 4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%. Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar. Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MUTU FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN HAND SANITIZER CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm.F) Alston)

2022Koleksi Perpustakaan

Hand sanitizer cair adalah sediaan dengan berbagai kandungan yang cepat membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan. Ekstrak etanol daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) sudah diketahui berpotensi besar sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan hand sanitizer ekstrak daun jambu air yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas terbaik dari variasi konsentrasi ekstrak. Metode penelitian ini adalah pengujian fitokimia daun jambu air dan formulasi hand sanitizer cair ekstrak etanol 96% daun jambu air Syzygium aquem (Brum.f) Alston) dengan lima formulasi sediaan hand sanitizer yaitu F1 (kontrol negatif), F2 (5%), F3 (10%), F4 (15%), dan F5 (kontrol positif). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sediaan hand sanitizer cair meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, cycling test, dan stabilitas pada suhu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jambu air mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan tannin. Pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan pH yaitu sebesar 4,5 memenuhi syarat standar pH kulit, sedangkan pada pengujian homogenitas tidak ada yang memenuhi persyataran homogenitas. Pada uji stabilitas dengan metode cycling test dan stabilitas suhu penyimpanan semua parameter pengujian mutu fisik menghasilkan tidak ada perubahan secara signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail