Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

71 hasil
Penulis: Lilik Sulastri
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA

2025Koleksi Perpustakaan

Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BISBUL (Diospyros discolor Willd.) TERHADAP TEKANAN DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley

2025Koleksi Perpustakaan

Beberapa orang mulai memilih tanaman herbal sebagai obat alternatif karena adanya anggapan bahwa obat alami memiliki efek samping yang rendah. Pemanfaatan tanaman tradisional seperti daun bisbul dapat berpotensi sebagai obat penurun tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd.) terhadap tekanan darah. Simplisia daun bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilakukan uji tidak langsung (non-invasive blood preassure). Daun bisbul mengandung senyawa flavonoid, dimana senyawa ini memiliki kemampuan untuk mengatasi hipertensi. Terdapat lima kelompok uji yang terdiri dari lima ekor tikus jantan Sprague dawley yaitu kelompok kontrol positif kaptopril 25 mg/kgBB, kontrol negatif aquadest, dan tiga kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 250, 500 dan 750 mg/kg BB. Persentase penurunan tekanan darah pada tikus jantan dengan ekstrak etanol 70% sebanyak 30,51% (± 2,95). Tekanan darah setiap kelompok dibandingkan secara statistik menggunakan analisis one-way ANOVA dengan ketentuan tingkat kepercayaan 95% dengan taraf a 0,01. Hasil dari variasi ketiga dosis tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tikus model hipertensi yang diinduksi NaCl 8% (p=0,850;p=0,924).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK DARI DAUN, KACANG DAN MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2025Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10% dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI SEDUHAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SECARA IN VITRO

2025Koleksi Perpustakaan

Indonesia menjadi negara dengan pengidap diabetes melitus tertinggi ke-5 di dunia. Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dihasilkan dari defisiensi relatif dalam sekresi insulin dan atau resistensi terkait dengan hormon insulin. Banyak pengembangan pengobatan pada diabetes melitus khususnya pengembangan obat dari bahan alam salah satu nya dengan bahan daun sirsak dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada seduhan daun sirsak, seduhan daun sambiloto dan kombinasinya. Pengujian ini dilakukan secara in vitro dengan metode penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan ELISA Reader pada panjang gelombang 405 nm dengan hasil absorbansi yang akan diolah sehingga menghasilkan persen penghambatan dan nilai IC50. Pada daun sirsak terdapat alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid dan glukosida. Sedangkan pada daun sambiloto memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida. Seduhan tunggal daun sirsak menghasilkan IC50 sebesar 81,82 ppm dan seduhan tunggal sambiloto sebesar 95,21 ppm. IC50 pada kombinasi seduhan daun sirsak dan seduhan daun sambiloto 1:1, 1:3 dan 3:1 secara berurutan sebesar 65,53 ppm, 131,29 ppm dan 43,21 ppm. Akarbosa sebagai kontrol positif memiliki IC50 sebesar 9,92 ppm. Pada sampel kombinasi 3:1 menghasilkan nilai IC50 sebesar 43,21 ppm dengan kategori aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96%, FRAKSI ETIL ASETAT dan FRAKSI AIR DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karena peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Terapi penghambatan enzim α-glukosidase salah satu cara untuk mengobati diabetes. Penggunaan bahan alam seperti daun sirih hutan merupakan tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih hutan dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penarikan golongan senyawa aktif daun sirih hutan dilakukan dengan cara ekstraksi dan fraksinasi. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro menggunakan instrumen ELISA Reader. Golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun sirih hutan adalah flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid dan glikosida tetapi pada fraksi air tidak mengandung steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase yang termasuk kedalam kategori kuat adalah adalah ekstrak etanol 96% dengan nilai IC50 sebesar 27,45 ppm dan fraksi etil asetat sebesar 44,68 ppm sedangkan fraksi air sebesar 54,44 ppm masuk dalam kategori sedang dalam menghambat enzim α-glukosidase, kemudian kontrol positif akarbosa masuk dalam kategori kuat memiliki nilai IC50 sebesar 12,66 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF FRAKSI ETIL ASETAT DARI Skeletonema costatum DENGAN GAS CROMATOGRAPHY – MASS SPECTROMETRY (GC- MS)

2025Koleksi Perpustakaan

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan. Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n- heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm, 7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri. Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95 % dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan persantese kemiripan 99 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIDIABETES NEKTAR KRISTAL DENGAN METODE PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO

2024Koleksi Perpustakaan

Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35. Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α- glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal, akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF FRAKSI ETIL ASETAT DARI Skeletonema costatum DENGAN GAS CROMATOGRAPHY – MASS SPECTROMETRY (GC- MS)

2024Koleksi Perpustakaan

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan. Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n- heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm, 7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri. Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95 % dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan persantese kemiripan 99 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI INHIBITOR DNA GYRASE UNTUK PENGOBATAN TIPES

2023Koleksi Perpustakaan

Tipes merupakan salah satu penyakit terbanyak di setiap negara. Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. DNA gyrase adalah enzim pengatur supercoiling DNA. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan aktivitas dari senyawa Ocimum basilicum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in silico dengan protein DNA gyrase. Dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat. Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandidat senyawa terbaik dan mempunyai potensi sebagai penyakit tipes. Berdasarkan hasil visualisasi, hasil penambatan senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino protein DNA gyrase. Penyiapan penambatan molekul didapatkan nilai grid box dengan center_x = -11.902, center_y = 35.617, center_z = 28.271 dan size 58 x 86 x 66 dengan spacing 1,000. Validasi penambatan molekuler didapatkan hasil RMSD 1,232 yang mendekati ligan pembanding. Visualisasi 2D terdapat 10 kandidat terbaik diantaranya secoisolariciresinol menunjukan adanya 5 ikatan hidrogen, 15 van der waals dan 6 ikatan lainnya, dan 10 senyawa lainnya. Analisis Lipinski’s rule of Five didapatkan 10 kandidat terbaik yaitu secoisolariciresinol, beta-bourbonene, beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadiene, d-carvone, copaene, alpha terpineol, fenchol, I- menthol dan limonene. Analisis toksisitas didapatkan imunotoksik sebanyak 3 dari 10 senyawa terbaik beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadinene. Hasil penambatan molekul dengan 5 perangkat lunak masih memiliki aktivitas yang lebih rendah dibanding dengan senyawa pembanding yaitu Ciproloxacin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL SARI DAN TEMPE KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN

2023Koleksi Perpustakaan

Vigna radiata L. atau kacang hijau adalah tanaman yang diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tujuan dalam penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sari kacang hijau segar dengan kacang hijau yang difermentasikan menggunakan jamur Rhizopus sp. sebagai penurun kadar kolesterol total darah dalam uji in vivo selama 28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dikelompokkan ke dalam enam kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na- CMC 1%), kelompok kontrol positif (simvastatin 0,18 mg/200 gBB), kelompok perlakuan (sari tempe kacang hijau 0,9 g/200 gBB, sari tempe kacang hijau 1,8 g/200 gBB, sari kacang hijau 0,9 g/200 gBB, dan sari kacang hijau 1,8 g/200 gBB) yang masing-masing kelompok terdiri atas empat ekor tikus. Aktivitas sari tempe kacang hijau dan sari kacang hijau dilihat dari penurunan kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan menggunakan alat kolesterol meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol dari kelompok sari tempe kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (1,8 g/200 gBB) berturut-turut sebesar 24 mg/dl dan 27,5 mg/dl. Secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc Dunn-Bonferroni (α = 0,05) menunjukkan sari tempe kacang hijau (1,8 g/200 gBB) dan sari kacang hijau (0,9 g/200 gBB dan 1,8 g/200 gBB) tidak memiliki perbedaan nyata dengan simvastatin 10 mg dalam menurunkan kolesterol total.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

METODE BIOANALISIS DAN VALIDASI PARSIAL ESOMEPRAZOL 20 mg DALAM PLASMA MANUSIA MENGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI TANDEM SPEKTROMETRI MASSA (KCKT-SM/SM)

2023Koleksi Perpustakaan

Esomeprazol adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Untuk studi Bioekivalensi Esomeprazol, diperlukan suatu metode untuk menentukan kadar esomeprazol dalam plasma manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil validasi parsial dari penetapan kadar esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia. Penelitian ini menggunakan instrumen KCKT Spektrometri massa yang cepat dan sederhana. Sampel plasma diekstraksi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut diklorometana. Pemisahan kromatografi ekstrak plasma manusia dilakukan menggunakan kolom Xbridge C18 (3 x 100 mm) 3,5 μm dengan elusi isokratik menggunakan kombinasi fase gerak metanol dan asam format 0,2% (70:30). Kecepatan aliran diatur 0,5 ml/menit. Pemantauan reaksi ganda didasarkan pada transisi m/z = 346,990→199,100 untuk esomeprazol dan 359,073→ 280,100 untuk etoricoxib (Internal Standard). Hasil validasi parsial menunjukan bahwa kurva kalibrasi dengan rentang 0.005 – 2 ppm diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,99929380 dengan Nilai % deviasi pada LLOQ 0.005 ppm yaitu 14,48% dan titik di laur LLOQ yaitu 1,73-13,31%. Nilai rata-rata %deviasi yang diperoleh uji akurasi yaitu LLOQ 8,64%, QC bawah 9,78% QC tengah 10,70% dan QC Atas 10,71%. Nilai rata-rata %CV yang diperoleh uji presisi yaitu LLOQ 7,54%, QC bawah 1,81% QC tengah 2,60% dan QC Atas 2,02%. Validasi metode bioanalisis penelitian ini mengacu pada pedoman EMA dari semua data diperoleh masih memenuhi syarat sebagai metode bioanalisis yang digunakan untuk penetapan kadar obat esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail