Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Luka sayat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOLANG-KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% KOLANG-KALING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)

2023Koleksi Perpustakaan

Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling (GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang- kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK 10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%. Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail