Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: pH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINYAK BIJI SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS"

2025Koleksi Perpustakaan

Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

"KARAKTERISTIK DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DARI KOPI HIJAU JENIS ROBUSTA (Coffea Canephora)"

2025Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH, skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%, 12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%. Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK

2025Koleksi Perpustakaan

Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis

2025Koleksi Perpustakaan

Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN BIDARA PUTSA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2025Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

2025Koleksi Perpustakaan

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia oli DAN Staphylococcus aureus

2025Koleksi Perpustakaan

Kombucha merupakan suatu produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menambahkan starter mikroba kombucha yaitu Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir atau jamur kombucha. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas kombucha daun salam terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini akan membuat kombucha daun salam dengan variasi konsentrasi daun salam. Kombucha daun salam yang diperoleh akan diuji komponen golongan senyawa kimia, pH, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun salam 1,25%-5% memiliki kisaran pH 2,90-3,17. Kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% memiliki kisaran diameter zona hambat antara 5,51 mm (kategori sedang) - 8,81 mm (kategori sedang) terhadap Escherichia coli. Diameter zona hambat kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% terhadap Staphylococcus aureus berkisar 4,97 (kategori lemah) -7,25 mm (kategori sedang). Oleh sebab itu, kombucha daun salam dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% (b/v) dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) DAN DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI PELARUT EKSTRAKSI HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum)

2025Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03 ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

2024Koleksi Perpustakaan

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIKA NEKTAR CAIR NIRA KELAPA

2024Koleksi Perpustakaan

Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama 4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan nilai viskositas akhir 575 cps.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI INFUSA DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

2023Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1 dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value 0,01 < 0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI INHIBITOR DNA GYRASE UNTUK PENGOBATAN TIPES

2023Koleksi Perpustakaan

Tipes merupakan salah satu penyakit terbanyak di setiap negara. Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. DNA gyrase adalah enzim pengatur supercoiling DNA. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan aktivitas dari senyawa Ocimum basilicum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in silico dengan protein DNA gyrase. Dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat. Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandidat senyawa terbaik dan mempunyai potensi sebagai penyakit tipes. Berdasarkan hasil visualisasi, hasil penambatan senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino protein DNA gyrase. Penyiapan penambatan molekul didapatkan nilai grid box dengan center_x = -11.902, center_y = 35.617, center_z = 28.271 dan size 58 x 86 x 66 dengan spacing 1,000. Validasi penambatan molekuler didapatkan hasil RMSD 1,232 yang mendekati ligan pembanding. Visualisasi 2D terdapat 10 kandidat terbaik diantaranya secoisolariciresinol menunjukan adanya 5 ikatan hidrogen, 15 van der waals dan 6 ikatan lainnya, dan 10 senyawa lainnya. Analisis Lipinski’s rule of Five didapatkan 10 kandidat terbaik yaitu secoisolariciresinol, beta-bourbonene, beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadiene, d-carvone, copaene, alpha terpineol, fenchol, I- menthol dan limonene. Analisis toksisitas didapatkan imunotoksik sebanyak 3 dari 10 senyawa terbaik beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadinene. Hasil penambatan molekul dengan 5 perangkat lunak masih memiliki aktivitas yang lebih rendah dibanding dengan senyawa pembanding yaitu Ciproloxacin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% HERBA MENIRAN HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus

2023Koleksi Perpustakaan

Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang), ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail