Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: ARIFAH RAHAYU
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DENGAN PELARUT ETANOL 96%,ETIL ASETAT, DAN n-HEKSAN TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

2023Koleksi Perpustakaan

Bakteri Escherichia coli menyebabkan diare dan bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi kulit. Tumbuhan mimba dapat diambil khasiatnya dengan diolah menjadi ekstrak, minyak, atau direbusan airnya. Daun mimba memiliki sifat antibakteri yang kuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pelarut dalam pembuatan simplisia yang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun mimba. Mengetahui kandungan zat bioaktif dalam ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan yang ditetapkan melalui uji fitokimia. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-Heksan, ekstrak etil asetat, dan etanol 96% pada konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium meliputi maserasi daun mimba dalam n-Heksan, etil asetat, etanol 96%. Kemudian diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif, kontrol negatif, variabel bebas (konsentrasi ekstrak daun mimba yang diujikan) , variabel terikat (pertumbuhan koloni dari Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) didapatkan hasil aktivitas antibakteri terdapat perbedaan antara Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Escherichia coli pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 12,20 mm (kuat), etil asetat 13,33 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat) pada bakteri Staphylococcus aureus pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 11,80 mm (kuat), etil asetat 13,56 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat). setelah didapatkan data zona hambatnya data diolah menggunakan spss versi 26 dan didapatkan hasil zona hambat berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan uji kruskal wallis 0.011 < 0.05. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan rata- rata persentase zona hambat pada masing-masing koloni dan pelarut ekstrak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail