BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kombucha merupakan suatu produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan
gula dengan menambahkan starter mikroba kombucha yaitu Acetobacter xylinum
dan beberapa jenis khamir atau jamur kombucha. Penelitian ini untuk menentukan
aktivitas kombucha daun salam terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia
coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini akan membuat kombucha daun
salam dengan variasi konsentrasi daun salam. Kombucha daun salam yang
diperoleh akan diuji komponen golongan senyawa kimia, pH, dan aktivitas
antibakteri dengan metode difusi cakram. Kombucha daun salam mengandung
flavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun salam 1,25%-5% memiliki kisaran
pH 2,90-3,17. Kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% memiliki kisaran
diameter zona hambat antara 5,51 mm (kategori sedang) - 8,81 mm (kategori
sedang) terhadap Escherichia coli. Diameter zona hambat kombucha daun salam
konsentrasi 1,25% - 5% terhadap Staphylococcus aureus berkisar 4,97 (kategori
lemah) -7,25 mm (kategori sedang). Oleh sebab itu, kombucha daun salam dengan
konsentrasi 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% (b/v) dapat menghambat pertumbuhan
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Bakteri Escherichia coli menyebabkan diare dan bakteri Staphylococcus aureus
menyebabkan infeksi kulit. Tumbuhan mimba dapat diambil khasiatnya dengan diolah
menjadi ekstrak, minyak, atau direbusan airnya. Daun mimba memiliki sifat antibakteri
yang kuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pelarut dalam
pembuatan simplisia yang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun
mimba. Mengetahui kandungan zat bioaktif dalam ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan
n-heksan yang ditetapkan melalui uji fitokimia. Mengetahui aktivitas antibakteri
ekstrak n-Heksan, ekstrak etil asetat, dan etanol 96% pada konsentrasi ekstrak yang
digunakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimental laboratorium meliputi maserasi daun mimba
dalam n-Heksan, etil asetat, etanol 96%. Kemudian diuji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif, kontrol negatif, variabel
bebas (konsentrasi ekstrak daun mimba yang diujikan) , variabel terikat (pertumbuhan
koloni dari Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) didapatkan hasil aktivitas
antibakteri terdapat perbedaan antara Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang
menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Escherichia coli pelarut etanol 96%
didapatkan nilai terbesar 12,20 mm (kuat), etil asetat 13,33 mm (kuat), n-heksan 16,27
mm (kuat) pada bakteri Staphylococcus aureus pelarut etanol 96% didapatkan nilai
terbesar 11,80 mm (kuat), etil asetat 13,56 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat).
setelah didapatkan data zona hambatnya data diolah menggunakan spss versi 26 dan
didapatkan hasil zona hambat berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan uji
kruskal wallis 0.011 < 0.05. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan rata-
rata persentase zona hambat pada masing-masing koloni dan pelarut ekstrak.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering
mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih.
Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi
kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah,
serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber
Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di
ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil
ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji
fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit
dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan
konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji
organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji
antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode
cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu
4
oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24
jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.