Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Streptococcus mutans.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% HERBA MENIRAN HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus

2023Koleksi Perpustakaan

Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang), ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D C), MINYAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini. Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c), minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2% dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi 1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387 mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona hambat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH Chito Oligosaccharides DALAM MINUMAN SINBIOTIK MENGANDUNG BEKATUL BERAS PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans

2022Koleksi Perpustakaan

Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik. Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail