BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam
suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih
besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies
gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan
Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif
penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.
Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan
metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan
fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid,
saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan
secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans
yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak
2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada
kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat
kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan
zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang),
ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin
menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba
meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram
positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus
aureus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang
digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah
jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan
terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein
fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang
memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk
mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c),
minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap
Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji
karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan
mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan
pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi
1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2%
dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing
sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk
purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi
1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387
mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona
hambat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik.
Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito
oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap
pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul
beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik
mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan
Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula
F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam
laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.