BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan
antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan
vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang
rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan
ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum
dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah
memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.)
Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi
sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya
sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas
antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut-
turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong
antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi
15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang
lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang
memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang
mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan
yang lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil
santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya
yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi
atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau
menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit
nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang
dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO
hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan
rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan
mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif
dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas
yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2
jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman
kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20%
(formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar
air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan
bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen
VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan
hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka
penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g,
dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara
kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.