BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun mahkota dewa (Phaleria macrocarapa Boerl.) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa, dan ekstrak
kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Ekstrak kombinasi daun kersen dan daun mahkota dewa perbandingan 3:1 pada konsentrasi 40% menunjukkanrespon hambat terbaik terhadap bakteri
Streptococcus mutans dengan rerata diameter zona hambat 19,28 mm dikategorikan
dalam respon hambat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies
gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan
Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif
penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.
Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan
metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan
fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid,
saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan
secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans
yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak
2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada
kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat
kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan
zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang),
ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin
menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba
meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram
positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus
aureus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan
dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap
Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan
tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan
20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk
kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi
10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing
konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih
hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing
sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat.
Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis
statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan
zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.