Profil penulis
Triyani Sumiati
53 karya publik ditemukan.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTROL EKSTRAK ETANOL 96%, 50%, 30%, DAN AIR DAUN SIRSAK (Annona muricata L)
FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbing L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
PENGARUH WAKTU PERMENTASI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP KANDUNGAN FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
FORMULASI DAN AKTIVITAS KRIM ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.). TERHADAP BAKTERI Propionibacterium ances
FORMULASI BLUSH ON CREAM DARI EKSTRAK ETANOL 70%KULIT BUAH NAGA (Selenicereus monocanthus)
STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA
Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.
FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis
Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)
Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.
FORMULASI SEDIAAN LULUR SCRUB DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTIOKSIDAN
FORMULASI HAIR MASK ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN ROSEMARY (Salvia rosmarinus Spenn.) DAN STABILITASNYA
Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask. Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4 oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50 10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76- 39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.
EFEKTIVITAS PRETREATMEN ALKALI DAN HIDROLISIS ASAM TERHADAP MUTU KOLAGEN DARI TULANG DAN SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)
Kata kolagen berasal dari Yunani, yaitu Cola yang berarti lem, dan genno yang berarti kelahiran. Hal ini karena kolagen berfungsi sebagai perekat sel dan untuk membentuk jaringan tubuh serta organ dasar. Molekul kolagen berdiameter sekitar 1.5nm,panjang 280nm, dan memiliki berat molekul sekitar 290.000dalton. kolagen yang dihasilkan dari perlakuan terbaik pada penelitian tahap sebelumnya dikarakterisasi baik sifat kimia maupun fisik. Karakterisasi kolagen yang di lakukan meliputi nilai rendemen, proksimat, gugus fungsi dengan FTIR. Mendapatkan informasi efektivitas pretreatmen alkali dan asam. Mendapatkan kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Mendapatkan informasi karakterisasi kolagen dari tulang dan sisik ikan mujair. Kadar air, kadar abu, dan kadar lemak masing-masing berhasil di identifikasi sebesar 7,2%; 0,40%; dan 2,60%.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP BAKTERI Strepcoccus mutans
Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SERTA KOMBINASINYA
Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DARI SABUT KELAPA
Sabut kelapa memiliki persentase terbesar dari komponen buah kelapa lainnya yaitu 35%. Sehingga limbah sabut kelapa yang dihasilkan sangat banyak, namun pemanfaatannya masih kurang. Sabut kelapa juga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi yaitu sebesar 27%. Oleh karena itu, selulosa tersebut dimanfaatkan menjadi Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi NaOH terhadap HPMC, menghasilkan HPMC yang optimal berdasarkan nilai Molar Substitusi (MS) dan Derajat Substitusi (DS) dan mendapatkan HPMC dari sabut kelapa yang optimal dengan karakteristik yang memenuhi standar. HPMC sabut kelapa dibuat dengan mengisolasi selulosa terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan mensintesis HPMC dengan variasi konsentrasi NaOH (15%, 20% dan 25%) dan jumlah propilen oksida yang ditambahkan 2,5 ml serta dimetil sulfat sebanyak 0,92 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi NaOH semakin tinggi pula nilai MS dan DSnya. HPMC yang optimal ialah HPMC dengan konsentrasi 20% karena memiliki nilai Molar Substitusi (MS) sebesar 0,300 dan Derajat Substitusi (DS) sebesar 1,119 yang memenuhi standar HPMC yang aman untuk pangan. Dengan karakteristik HPMC berbentuk butiran kasar, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau yang samar, memiliki pH 7, nilai Water Holding Capacity (WHC) 7,3 g/g dan nilai Oil Holding Capacity (OHC) 6,6 g/g.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.
FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans
Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia, kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1, sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY GEL EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.)
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan. Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70% dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2), 2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%, umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas antioksidan tergolong kategori lemah.
FORMULASI EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta Vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA BIBIR DALAM BENTUK SEDIAAN LIP TINT
Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) 15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles, selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.