AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN BIDARA PUTSA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus.