BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak
perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri
dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya
dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini
bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis
(Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam
bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode
yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut
etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian
dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap
sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH,
uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker
gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan
berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji
pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0
sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada
uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada
kulit.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan
adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi
nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun
penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat
obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha
inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas
analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat
meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10%
dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen
proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi
konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan
asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem
penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem
penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat
kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan
data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan
obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi
berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah
seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan
persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan
alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%,
berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat
kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari
tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan
obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah
dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan
psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan
menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai
pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis
kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya
Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar
Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan,
penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran
dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat
mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang
belum memenuhi standar yang berlaku.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika
penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa
masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu
diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna
alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif
untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai
pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3
variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada
rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi
dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat
muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan
sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah
dua perlakuan..
Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna
rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena
memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan
iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada
viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya
sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan
beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling
banyak disukai oleh panelis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan
termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan
polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak
daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah
menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki
aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%
hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi
konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai
IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang
termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut
adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara
ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji
organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu
mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata
(Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling
mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air
yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen
antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam
membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui
perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling
(GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang-
kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling
menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary
evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan
penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat
terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak
menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi
konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK
10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji
perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%.
Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka
sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan
kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama
penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat
yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati
luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas
penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi.
Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan
ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel
untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi
5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3
(0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan
penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari,
Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3%
menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat
kesembuhan luka sembuh sempurna.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan
sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan
flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian
ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk
dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri
kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan
gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan
F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28
hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui
bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan
menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama
28 hari penyimpanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan
pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada
hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan
adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan
Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini
dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid-
19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini
dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang
digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung
menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil
yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil
penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO,
kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory
Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil
kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan
dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan
dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka
orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat
tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung
senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka.
Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap
luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak
kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan
dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu
adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi,
mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan
menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian
menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan,
berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel
ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka
tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka
tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka
tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup
sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada
hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis
menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p-
value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang
paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kasus kegawatdaruratan yang ditangani secepat mungkin meningkatkan
keberhasilan penanganan dan mengurangi mortalitas. Untuk mendukung efektifitas
penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit Melania, disediakan troli emergensi
yang berisi peralatan dan perlengkapan penanganan gawat darurat. Oleh karena itu
dituntut peran aktif dari instalasi farmasi untuk mengelola obat-obat emergensi
yang disimpan di ruangan mulai daftar standar obat emergensi yang boleh disimpan
dan cara pengelolaanya yang terdiri dari penyimpanan dan penggantian. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian jenis obat dan alat kesehatan serta
pengelolaan pada troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania dengan
Standar Operasional Prosedur yang ada di Rumah Sakit Melania. Hasil evaluasi
diperoleh berdasarkan hasil pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan
petugas yang menangani troli emergensi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk
persentase. Kesimpulan yang di dapat pada evaluasi kesesuaian obat dan ALKES
troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata
93 % sesuai dengan daftar obat dan ALKES pada SOP Rumah Sakit Melania dan
untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata
–rata 7 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penyimpanan obat maupun
ALKES troli emerensi HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 84
% sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan
SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 16 %. Pada hasil penelitian
evaluasi kesesuaian penggantian obat maupun ALKES troli emerensi HCU
menunjukan hasil rata – rata 88 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan
untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata
–rata 12 %.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada jumlah kunjungan pasien ke
Puskesmas Puraseda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (PPKM) dan adanya himbauan untuk masyarakat yang sakit dengan
kondisi ringan agar tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko
penularan, sehingga mempengaruhi kunjungan pasien ke Puskesmas. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari pandemi COVID-19
terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Puraseda. Penelitian ini bersifat
deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif terhadap pengelolaan
obat dari segi pengendalian dan evaluasi obat rusak/kadaluwarsa sebelum dan saat
pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kunjungan
pasien sebesar 12,54%, persediaan obat berdasarkan jumlah obat mengalami
penurunan sebesar 7,44% dan berdasarkan item obat mengalami kenaikan sebesar
2,12%, pemakaian obat berdasarkan jumlah obat dan item obat mengalami
kenaikan sebesar 9,1 % dan 5,88%. Persentase obat rusak/kadaluwarsa pada tahun
2019 yaitu 1,1% dan pada tahun 2020 yaitu 13,38%. Kesimpulanya yaitu adanya
perbedaan pengelolaan obat sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Puskesmas
Puraseda.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas
antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel
facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan
facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil
menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter
uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil
evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan
7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan
menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)
menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50
terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem
pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai
pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol
pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan
gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi
Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan
Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam
bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak
didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan
usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi
Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna
berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih
banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2
lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat
oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung
aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50
yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun
Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi
menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi
konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%.
Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai
IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91
ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada
formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri
UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan
metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun
Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa
antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun
jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan
yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan
masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun
jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun
jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun
jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan
uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70%
daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v)
untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang
kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji
organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas
dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun
jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off
semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing
formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2),
41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).