BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem
penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem
penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat
kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan
data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan
obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi
berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah
seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan
persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan
alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%,
berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat
kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari
tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan
obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah
dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan
psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan
menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai
pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis
kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya
Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar
Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan,
penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran
dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat
mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang
belum memenuhi standar yang berlaku.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan
pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada
hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan
adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan
Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini
dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid-
19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini
dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang
digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung
menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil
yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil
penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO,
kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory
Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil
kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan
dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan
dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kasus kegawatdaruratan yang ditangani secepat mungkin meningkatkan
keberhasilan penanganan dan mengurangi mortalitas. Untuk mendukung efektifitas
penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit Melania, disediakan troli emergensi
yang berisi peralatan dan perlengkapan penanganan gawat darurat. Oleh karena itu
dituntut peran aktif dari instalasi farmasi untuk mengelola obat-obat emergensi
yang disimpan di ruangan mulai daftar standar obat emergensi yang boleh disimpan
dan cara pengelolaanya yang terdiri dari penyimpanan dan penggantian. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian jenis obat dan alat kesehatan serta
pengelolaan pada troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania dengan
Standar Operasional Prosedur yang ada di Rumah Sakit Melania. Hasil evaluasi
diperoleh berdasarkan hasil pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan
petugas yang menangani troli emergensi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk
persentase. Kesimpulan yang di dapat pada evaluasi kesesuaian obat dan ALKES
troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata
93 % sesuai dengan daftar obat dan ALKES pada SOP Rumah Sakit Melania dan
untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata
–rata 7 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penyimpanan obat maupun
ALKES troli emerensi HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 84
% sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan
SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 16 %. Pada hasil penelitian
evaluasi kesesuaian penggantian obat maupun ALKES troli emerensi HCU
menunjukan hasil rata – rata 88 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan
untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata
–rata 12 %.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada jumlah kunjungan pasien ke
Puskesmas Puraseda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (PPKM) dan adanya himbauan untuk masyarakat yang sakit dengan
kondisi ringan agar tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko
penularan, sehingga mempengaruhi kunjungan pasien ke Puskesmas. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari pandemi COVID-19
terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Puraseda. Penelitian ini bersifat
deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif terhadap pengelolaan
obat dari segi pengendalian dan evaluasi obat rusak/kadaluwarsa sebelum dan saat
pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kunjungan
pasien sebesar 12,54%, persediaan obat berdasarkan jumlah obat mengalami
penurunan sebesar 7,44% dan berdasarkan item obat mengalami kenaikan sebesar
2,12%, pemakaian obat berdasarkan jumlah obat dan item obat mengalami
kenaikan sebesar 9,1 % dan 5,88%. Persentase obat rusak/kadaluwarsa pada tahun
2019 yaitu 1,1% dan pada tahun 2020 yaitu 13,38%. Kesimpulanya yaitu adanya
perbedaan pengelolaan obat sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Puskesmas
Puraseda.