BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak
perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri
dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya
dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini
bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis
(Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam
bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode
yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut
etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian
dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap
sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH,
uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker
gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan
berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji
pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0
sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada
uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada
kulit.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada
rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada
gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri
Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji
(Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri
oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat
bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang
digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai
kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal
KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk
menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm
dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus
mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat
dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk
menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk
diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan
perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah
dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat
aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah
jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat
radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit
jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang
diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan.
Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1
(0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4
(0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas
DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang
gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid,
saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid,
saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50
berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan
serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012
ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi
mutu fisik sediaan.