BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu
bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi
keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik
antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk
meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan
menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari
itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan
perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan
hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung
Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam
penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data
prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh
perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29%
pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik
dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar
32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku
swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%,
kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan
persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai
sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570
dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan
adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi
nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun
penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat
obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha
inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas
analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat
meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10%
dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen
proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi
konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan
asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk
mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.
Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat
dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek
samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah
(Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta
kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken
Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam
penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih
jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada
masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi
infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65
mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing
pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik,
kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam
penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi
sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati
kontrol positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga
masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun
pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari
infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya)
terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa
daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi
yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya
adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan
perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28
ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit
digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun
ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan
pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar
66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa
1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada
kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek
analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak
lebih baik dari infusa tunggalnya.