BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan
pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada
hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan
adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan
Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini
dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid-
19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini
dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang
digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung
menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil
yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil
penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO,
kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory
Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil
kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan
dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan
dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu
dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah
yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang
timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut
dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal
yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu
memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di
Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS
rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei-
Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian
sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia
mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta
(33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas
Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi
kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%),
dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan
kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas
dengan persentase sebanyak (77,9%).