Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Binar Nursanti

22 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 72024: 32023: 52022: 4

"EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN BPJS FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI"

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional, menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47 menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.

GAMBARAN KESESUIAN DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN BERDASARKAN PEDOMAN PENGELOLAAN VAKSIN DI FASYANKES TAHUN 2021 DI INSTALASI FARMASI RSIA PASUTRI BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021. Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai, pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PELITA SEHAT POMAD BERDASARKAN JNC VIII

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi, dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut World Health Organization (WHO, 2023) lebih dari 30% populasi pada orang dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesesuaian pemberian terapi obat antihipertensi di Klinik Pelita Sehat Pomad berdasarkan standar (JNC) VIII berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan usia dan jenis kelamin, klasifikasi hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi dan mengambarkan tingkat kesesuaian pemeberian terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian purposive sampling dengan menganalisa data pasien secara retrospektif dari data rekam medis pasien dengan penyajian data secara deskriptif. Pasien dengan rentang usia lansia awal atau rentang usisa 45-56 tahun memiliki jumlah pasien terbanyak yatitu 26 pasien (33%). Pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki hasil presentase terbanyak yaitu 48 pasien (60,8%). Gambaran Karakteristik Pasien Hipertensi dengan klasifikasi hipertensi tingkat 1 memiliki hasil presentase tertinggi sebanyak 54 pasien (68,4%). Amlodipin merupakan pengobatan monoterapi atau tunggal yang sering diberikan kepada pasien hipertensi dengan persentase sebesar 78,5%. Terdapat ketidaksesuaian pemberian terapi sebesar 6,33%, dan kesesuaian pemberian dosis mencapai persentase 100%.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI POLIKLINIK EDELWEISS RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PELANGGAN OBAT GENERIK DI APOTEK MADINA SENTUL KABUPATEN BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASYIFA 1 DEPOK

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menjaga mutu pelayanan kefarmasian adalah dengan evaluasi kepuasan pasien atau konsumen terhadap pelayanan yang ada di suatu tempat pelayanan kesehata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok. Penelitian ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen yang datang ke apotek Asyifa 1 Depok pada bulan Juni 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang dan dibulatkan menjadi 100. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi konsumen di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 51 responden dengan presentase 53%. Dominan usia responden pada penelitian ini didominasi oleh usia dewasa awal yaitu rentang 26-35 tahun sebanyak 59 responden (62%). Selanjutnya sebagian besar responden merupakan tamatan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 responden (49%) serta sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 50 responden (52%). Gambaran kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu dengan rata-rata responden memiliki tingkat kepuasan hingga 93,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen merasa puas. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan pekerjaan dengan kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok dengan p value <0,05. Untuk karakteristik jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kepuasan konsumen pelayanankefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok karena p value > 0,05.

ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DAN INSIDEN PATIENT SAFETY DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi sebanyak 1 insiden.

KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RSAU dr. M. HASSAN TOTO

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat. Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto. Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi. Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak 45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang (72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang (69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%, dimensi ketanggapan 77,5%.

ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DAN INSIDEN PATIENT SAFETY DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi sebanyak 1 insiden.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA DI APOTEK UMMI BOGOR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat adalah bagian dari pengelolaan obat yang sangat penting dalam memelihara mutu obat-obatan, menjaga kelangsungan persediaan, dan memudahkan pencarian dan pengawasan. Obat (Look alike sound alike) LASA merupakan obat yang berpotensi untuk membingungkan staf pelaksana, sehingga menjadi salah satu penyebab medication error yang sering terjadi. Penandaan obat yang tergolong LASA dilakukan untuk lebih menegaskan bahwa dalam rak obat terdapat obat LASA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi Bogor dengan Berdasarkan Peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor 24 Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan propekstif terhadap penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi dengan populasi pada penelitian ini yaitu seluruh obat LASA di Apotek Ummi Bogor sejumlah 92 obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan golongan Obat Bebas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 53,33%. Penyimpanan golongan Obat Bebas Terbatas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 42,8%. Penyimpanan golongan Obat Keras LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria baik dengan hasil persentase 70,68%.

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI CIBINONG

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang di pergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi di Apotek Kimia Farma Kusmayadi Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan alat kuisioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Kualitas pelayanan ini diukur dengan persentase (analisa univariat) dengan hasil pelayanan cukup puas 44%, waktu pelayanan cukup puas 45%, ketersediaan obat tidak puas 41%, dan sarana dan prasarana sangat puas 35%.

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang belum memenuhi standar yang berlaku.

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RS MULIA PAJAJARAN BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus sering juga disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit yang menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien prevalensi penyakit ini yang terus meningkat terutama pada negara berkembang dan negara yang memasuki budaya industrialisasi. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antidiabetes dapat memperkecil terjadinya komplikasi karena kadar glukosa dalam tubuh dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan antidiabetes oral dan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dalam mengkonsumsi obat oral yang digunakan dalam terapi. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional secara cross sectional menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8 yang sudah tervalidasi. Hasil penelitian terhadap 76 responden berdasarkan data Sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (56,58%), usia 56-65 tahun sebanyak 36 responden (47,37%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 36 responden (47,37%), dan pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 31 responden (40,79%). Hasil kuesioner MMAS-8 76 responden sebanyak 41 responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (53,95%) 33 responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (43,42%) 2 responden memiliki tingkat kepatuhan rendah (2,63%).

EVALUASI MUTU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD R SYAMSUDIN SH KOTA SUKABUMI

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mutu pelayanan resep adalah kesesuaian pelayanan resep dengan standar yang berlaku untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu pelayanan resep rawat jalan pasien BPJS di Instalasi Farmasi RSUD R Syamsudin S.H berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari Oktober- Desember 2021 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan BPJS di RSUD R Syamsudin S.H kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanyak 386 lembar resep pasien rawat jalan BPJS yang masuk ke Depo Farmasi Rawat Jalan. Analisis terhadap data sampel dilakukan dengan melihat waktu tunggu pelayanan resep, baik resep non racikan maupun racikan serta kesesuaian penulisan resep dengan formularium. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dan persentase kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium Nasional dengan menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator waktu tunggu pelayanan resep non racikan memperoleh rata-rata waktu tunggu 21,57 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 30 menit) dan untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh hasil rata-rata waktu tunggu pelayanan sebesar 47,06 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 60 menit), sedangkan untuk indikator kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium Nasional memperoleh persentase kesesuaian sebesar 73% artinya hasil ini belum memenuhi standar SPM, dimana standar SPM yang ditetapkan adalah 100%.

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KHANZA FARMA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010. Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%, jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori sangat puas.