BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pertolongan pertama adalah penanganan yang diberikan saat kejadian atau
bencana terjadi di tempat kejadian, sedangkan tujuan dari pertolongan pertama
adalah menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan makin parah, dan
meningkatkan pemulihan. Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan
dalam yang dapat disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, api, listrik, atau
bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar. Metode
penelitian ini berupa survei dengan menyebarkan kuesioner yang dari setiap data
akan diolah dan diuraikan dalam bentuk jumlah dan presentasenya dimana
penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian
menunjukan bahwa sebanyak 3% yang masih memiliki pengetahuan kurang, 56%
berpengetahuan cukup, dan 41% berpengetahuan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Luka bakar sebagai kerusakan ditemukan pada jaringan epidermis, jaringan dermal atau jaringan lebih dalam, disebabkan dengan kontak jaringan termal, kimia, atau listrik. Daun gaharu dan kolang-kaling dapat menyembuhkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman dan untuk menganalisis efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) dan kolang-kaling (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dengan menggunakan bahan percobaan mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu
ekstrak etanol 96% daun gaharu, kolang-kaling, kombinasi 1:1, 1:2, 2:1, kontrol
positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel). Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun gaharu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Kolang-kaling mengandung golongan senyawa flavonoid. Data yang diperoleh yaitu pengukuran diameter luka bakar dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh dari pengujian statistik berbeda signifikan yaitu menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 1:2 dengan perlakuan lainnya memiliki perbedaan dengan 1:2 sebesar 78,66% dengan kontrol
positif memiliki persentase sebesar 100% mampu mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukan hasil terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada hari keempat belas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat
yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati
luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas
penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi.
Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan
ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel
untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi
5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3
(0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan
penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari,
Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3%
menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat
kesembuhan luka sembuh sempurna.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang
mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel
diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki
efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan
memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok
I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan
kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu
dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil
uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok
I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV
(57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil
perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan
persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang
menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar
57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses
penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.