BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai
antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak
perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan
kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha
Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning
fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai
pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,
steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan
metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi
menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil
penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok
senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji
Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif
menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha
Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan
adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi
nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun
penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat
obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha
inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas
analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat
meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10%
dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen
proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi
konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan
asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki
komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol
dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang
inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar
kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl,
menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari
penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang
sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan
dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96%
sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu
sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak
etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian
aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang
maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80,
didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan
hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil
nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.