2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah
nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan
vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki
cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada
permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal
kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari
Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah
nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar
kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk
menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana
(Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram,
selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan
dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara
merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi
F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji
organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan
terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai
formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu
formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan
spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil
santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya
yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi
atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau
menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit
nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang
dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO
hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan
rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan
mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif
dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas
yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2
jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman
kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20%
(formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar
air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan
bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen
VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan
hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka
penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g,
dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara
kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi adalah apel manalagi
(Malus sylvestris (L.) Mill.) Salah satu contoh produk pangan fungsional yang
dikembangkan oleh beberapa industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan
produk kesehatan kombucha dan cuka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
senyawa metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, nilai pH, total asam, uji hedonik,
dan uji organoleptik dari kombucha sari apel manalagi, sari apel terfermentasi dan
kombinasinya. Perbandingan antara apel dan air adalah 1:1 dimana perlakuan
diblender dan dipotong - potong dipanaskan kemudian inkubasi pada suhu 60οC
selama 15 menit, ditambahkan starter pada sari apel sebanyak 4 % dan gula masing
- masing 10 % kemudian difermentasi selama 8 hari dan dikombinasi. Proses
fermentasi dilanjut hingga ke 12 hari. Pada uji fitokimia mengandung fenol,
flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan dari kombucha sari buah apel manalagi
(Malus sylvestris L.) Mill.), sari apel terfermentasi dan kombinasinya mempunyai
nilai IC50 F1 sebesar 1,46 %, F2 sebesar 2,73 %, dan F3 sebesar 1,24 %.
Berdasarkan sumber FDA nilai pH pada kombucha berkisar antara 2,5 – 4,2
sehingga semua formula pada hari ke 12 telah memenuhi standar. Total asam
tertitrasi pada hari ke 12 yaitu F1 sebesar 1,97 %, F2 sebesar 0,84 % dan F3 sebesar
1,63 %. Berdasarkan uji hedonik Formula 3 yaitu kombinasi kombucha sari buah
apel manalagi, sari apel terfermentasi (1:1) adalah formula yang paling disukai
panelis.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan
sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan
flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian
ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk
dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri
kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan
gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan
F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28
hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui
bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan
menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama
28 hari penyimpanan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi
yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia
yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah
batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang
dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat
mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas
sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu
ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test
selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan
metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri
diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20
mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm,
8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu
Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm
dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu
dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan
nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.