Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Penulis: M. Kenli Kendi Tampoliu
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RW 11 DESA CIJUJUNG KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pertolongan pertama adalah penanganan yang diberikan saat kejadian atau bencana terjadi di tempat kejadian, sedangkan tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan makin parah, dan meningkatkan pemulihan. Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan dalam yang dapat disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, api, listrik, atau bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar. Metode penelitian ini berupa survei dengan menyebarkan kuesioner yang dari setiap data akan diolah dan diuraikan dalam bentuk jumlah dan presentasenya dimana penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 3% yang masih memiliki pengetahuan kurang, 56% berpengetahuan cukup, dan 41% berpengetahuan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS PROGRAM RUJUK BALIK TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang menjadi acuan dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional untuk memudahkan dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase gambaran jenis obat, kesesuaian peresepan dan restriksi obat BPJS Program Rujuk Balik terhadap Formularium Nasional di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan resep masuk di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor periode Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan obat yang paling banyak digunakan amlodipin untuk hipertensi (33,56%), bisoprolol untuk jantung (50,96%), tiotropium bromide untuk PPOK (45,87%), metformin untuk diabetes (34,81%), budesonide-formoterol untuk asma (32,26%), asam valproate untuk epilepsi (81,82%), risperidone untuk skizofrenia (75,47%) dan asam asetilsalisilat untuk stroke (75,47%). Peresepan obat seperti asma, diabetes, epilepsi, hipertensi, jantung, PPOK, skizofrenia, dan stroke sebagian besar belum sesuai. Persentase kesesuaian peresepan tertinggi ada pada skizofrenia (100%). Kesesuaian restriksi (89,73%) dan ketidaksesuaian restriksi (10,27%). Dari hasil gambaran, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat dalam BPJS Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor belum sesuai dengan Formularium Nasional Program Rujuk Balik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MELAKUKAN SWAMEDIKASI PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DIPLOMA TIGA STTIF BOGOR MENGENAI SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

2025Koleksi Perpustakaan

Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DI LINGKUNGAN RW 05 KELURAHAN KARADENAN CIBINONG BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%) sebesar 54%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA SUKAHATI CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan (reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance) 60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI WILAYAH KAMPUNG KANDANG RODA CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Antibiotik merupakan suatu zat yang dapat membunuh atau melemahkan suatu mikroorganisme, seperti bakteri, parasit atau jamur. Resistensi terhadap antibiotik saat ini menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat. Faktor pendukung terjadinya resistensi antibiotik adalah masyarakat cenderung menggunakan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat (umumnya underdose), waktu pemberian obat terlalu singkat atau terlalu lama dan pemberian tidak sesuai dengan indikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik di Kampung Kandang Roda, Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data secara prospektif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.700 orang dengan sampel sebanyak 94 responden. Hasil penelitian didapatkan gambaran sosiodemografi masyarakat Kampung Kandang Roda yang menjadi mayoritas responden yaitu, usia 17-25 tahun (42%), jenis kelamin perempuan (76%), tingkat pendidikan mayoritas SMA/SMK (65%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (34%). Masyarakat Kampung Kandang roda yang berpengetahuan baik sebesar 50%, berpengetahuan cukup sebesar 30% dan berpengetahuan kurang sebesar 20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MENDAPATKAN, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN DAN MEMBUANG OBAT SEDIAAN SIRUP DI KELURAHAN JAYARAKSA KOTA SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat sediaan sirup di Kelurahan Jayaraksa Kota Sukabumi. meliputi Pengetahuan obat tentang: mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU) obat sirup. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional, dengan teknik Purposive Sampling dan metode yang dipilih Cross Sectional. Dari penelitian yang dilakukan dari 130 responden didapatkan hasil: Gambaran sosiodemografinya adalah jenis kelamin 52,31% (perempuan), umur 40,77% (17- 25 tahun), tingkat pendidikan 42,31% (perguruan tinggi) dan pekerjaan 21,54% (PNS). Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang cara mendapatkan adalah baik 37,69% (49 responden), cara menggunakan adalah kategori baik 40,77% (53 responden), cara menyimpan adalah kategori kurang 36,92% (48 responden) dan cara membuang obat sediaan sirup adalah kategori cukup 36,92% (48 responden).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid- 19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO, kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan dengan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN PENGELOLAAN OBAT SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PURASEDA

2023Koleksi Perpustakaan

Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas Puraseda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan adanya himbauan untuk masyarakat yang sakit dengan kondisi ringan agar tidak pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko penularan, sehingga mempengaruhi kunjungan pasien ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari pandemi COVID-19 terhadap pengelolaan obat di Puskesmas Puraseda. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif terhadap pengelolaan obat dari segi pengendalian dan evaluasi obat rusak/kadaluwarsa sebelum dan saat pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kunjungan pasien sebesar 12,54%, persediaan obat berdasarkan jumlah obat mengalami penurunan sebesar 7,44% dan berdasarkan item obat mengalami kenaikan sebesar 2,12%, pemakaian obat berdasarkan jumlah obat dan item obat mengalami kenaikan sebesar 9,1 % dan 5,88%. Persentase obat rusak/kadaluwarsa pada tahun 2019 yaitu 1,1% dan pada tahun 2020 yaitu 13,38%. Kesimpulanya yaitu adanya perbedaan pengelolaan obat sebelum dan saat pandemi COVID-19 di Puskesmas Puraseda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail