Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Rumah Sakit
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN PASIEN JANTUNG RAWAT JALAN RS. SENTRA MEDIKA CIBINONG PERIODE DESEMBER 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak berfungsi secara maksimal sehingga menghambat sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh kelemahan otot jantung atau adanya celah antara serambi kiri dan kanan jantung sehingga mengakibatkan terganggunya peredaran darah bersih dan darah kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien jantung rawat jalan di fasilitas farmasi rumah sakit. Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menentukan pola peresepan obat jantung bagi pasien rawat jalan yang terdiagnosis penyakit jantung di fasilitas ini selama Desember 2023 berdasarkan usia dan jenis kelamin. Usia pasien jantung tertinggi pada usia 56-65 tahun sebanyak 38,10 %. Proporsi pasien laki-laki sangat tinggi yaitu 60,95%. Golongan obat yang paling banyak digunakan oleh pasien BPJS yaitu antiplatelet sebesar 19,75%, dan golongan obat pasien non-BPJS yaitu beta-blocker sebesar 30,77%. Jenis obat yang paling banyak digunakan pasien BPJS yaitu bisoprolol sebanyak 17,75 % dan jenis obat yang paling banyak digunakan pasien non BPJS adalah bisoprolol sebanyak 23,08 %. Jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien BPJS yaitu 4-6 item dengan persentase 67,34% sedangkan jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien non-BPJS yaitu 1-3 item dengan persentase 100 %. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola peresepan obat jantung di fasilitas farmasi rawat jalan RS. Sentra Medika Cibinong disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan kondisi spesifik pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

"EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN BPJS FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI"

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional, menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47 menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PASUTRI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian 100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat Elektrolit Konsentrat Pekat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu yang menjadi suatu tolak ukur dalam standar pelayanan minimal farmasi di rumah sakit yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit sakit dan untuk menjamin kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi dengan metode cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yaitu 100 responden yang merupakan pasien atau keluarga pasien dihitung menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Hasil data sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin laki-laki (52%), pada usia 17-25 tahun (38%), pekerja lain-lain (30%), dan BPJS lebih dominan (82%). Gambaran waktu tunggu resep non racik 14,7 menit dan racikan 31,1 menit, dengan kesesuaian yaitu (89%), untuk kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (puas 45%), Ketanggapan (puas 43%), Jaminan (puas 62%), Empati (sangat puas 37%), dan Wujud / nyata (sangat puas 40%). Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan 4 dimensi kepuasan pasien diataranya variabel kenyataan (p-value=0.003), empati (p- value=0,007), ketanggapan (p-value=0.019) serta jaminan (p-value=0.008).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RSAU dr. M. HASSAN TOTO

2024Koleksi Perpustakaan

Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat. Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto. Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi. Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak 45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang (72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang (69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%, dimensi ketanggapan 77,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG

2024Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RS. UMMI BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%, berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MELANIA

2024Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori puas sebanyak 79%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP RAWAT JALAN PADA PASIEN UMUM DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober- Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan Formularium Nasional sebesar 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASANPASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI POLIKLINIK AFIAT RUMAH SAKIT PALANG MERAH INDONESIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif, teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian pada kepuasan pelanggan  80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84, 69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT JADI DAN OBAT RACIKAN DI DEPO FARMASI AFIAT RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT AZRA

2023Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase 43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata- rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PASIEN BPJS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RIDOGALIH SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM. Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata- rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium belum sesuai dengan SPM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun (Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak 43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%). Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien (89%) BTA positif 7 pasien (11%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLI DOTS RSUD KOTA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan OAT KDT pada terapi tuberkulosis meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat lama pemberian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2020 dengan sampel sebanyak 64 pasien. Hasil dari penelitian ini menurut sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,8%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 17-25 tahun (remaja akhir) (35,9%), berat badan terbanyak yaitu pada berat badan 38-54 kg (62,5%). Profil penggunaan OAT KDT Kategori 1 fase intensif (100%) fase lanjutan (68,75%). Evaluasi pengobatan tuberkulosis menunjukkan tepat indikasi (100%); tepat obat fase intensif (92,2%) fase lanjutan (100%); tepat dosis fase intensif (96,9%) fase lanjutan (93,7%); dan tepat lama pemberian fase intensif (67,2%) fase lanjutan (60,9%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail