Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Cycling Test
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta Vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA BIBIR DALAM BENTUK SEDIAAN LIP TINT

2025Koleksi Perpustakaan

Ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) mengandung antosianin dan betasianin merupakan pigmen merah atau ungu-merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) menjadi sediaan lip tint yang memiliki stabilitas mutu fisik yang baik, disukai responden dan tidak menimbulkan iritasi. Sebelum ya dibuat sediaan lip tint dengan variasi ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L) 15g (F1), 20g (F2), 25g (F3). Dilakukan uji antosianin terhadap ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L), uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint dilakukan secara cycling test dengan parameter uji homogenitas, pH, viskositas dan uji daya oles, selain itu dilakukan uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil uji stabilitas mutu fisik sediaan lip tint menunjukan bahwa sediaan stabil dan tidak menimbulkan iritasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

2022Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MUTU FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN HAND SANITIZER CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm.F) Alston)

2022Koleksi Perpustakaan

Hand sanitizer cair adalah sediaan dengan berbagai kandungan yang cepat membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan. Ekstrak etanol daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) sudah diketahui berpotensi besar sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan hand sanitizer ekstrak daun jambu air yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas terbaik dari variasi konsentrasi ekstrak. Metode penelitian ini adalah pengujian fitokimia daun jambu air dan formulasi hand sanitizer cair ekstrak etanol 96% daun jambu air Syzygium aquem (Brum.f) Alston) dengan lima formulasi sediaan hand sanitizer yaitu F1 (kontrol negatif), F2 (5%), F3 (10%), F4 (15%), dan F5 (kontrol positif). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sediaan hand sanitizer cair meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, cycling test, dan stabilitas pada suhu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jambu air mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan tannin. Pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan pH yaitu sebesar 4,5 memenuhi syarat standar pH kulit, sedangkan pada pengujian homogenitas tidak ada yang memenuhi persyataran homogenitas. Pada uji stabilitas dengan metode cycling test dan stabilitas suhu penyimpanan semua parameter pengujian mutu fisik menghasilkan tidak ada perubahan secara signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL SANITIZER EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber Officinale Rosc.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

2021Koleksi Perpustakaan

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih. Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah, serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah. Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu 4 oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24 jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail