Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Adrian Christianus

3 karya publik ditemukan.

2025: 12023: 12022: 1

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item (20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.

EVALUASI KETEPATAN PENGOBATAN PASIEN PSIKIATRI DI POLI JIWA RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jenis gangguan jiwa yang sering dialami penduduk diantaranya episode depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan panik dan lain sebagainya. Pasien dengan diagnosis gangguan jiwa memerlukan ketepatan pengobatan agar tercapai pengobatan yang optimal. Ketepatan pengobatan meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan metode pengambilan data sekunder secara retrospektif pada pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor. Data yang diambil adalah data rekam medis dengan resep periode September-November 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor paling banyak adalah perempuan yaitu sebesar 80,3%, usia paling banyak pada rentang 16-25 tahun sebanyak 53.6%, jenis gangguan jiwa yang banyak di alami adalah gangguan kecemasan dan depresi episode. Obat yang paling banyak digunakan adalah escitalopram sebesar 21.6%, dan ketepatan pengobatan gangguan jiwa untuk tepat pasien mencapai 100%, tepat obat 94%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 93% dan tepat frekuensi 97%.

PERBEDAAN STABILITAS HEMODINAMIK OBAT KOMBINASI PROPOFOL-KETAMIN-MIDAZOLAM DAN KOMBINASI PROPOFOL-FENTANYL-MIDAZOLAM PADA INDUKSI ANESTESI PASIEN OPERASI DI RS SILOAM BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70 pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg. Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05 (0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk RR.