2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan
sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria
tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item
(20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis gangguan jiwa yang sering dialami penduduk diantaranya episode
depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan panik dan lain sebagainya.
Pasien dengan diagnosis gangguan jiwa memerlukan ketepatan pengobatan agar
tercapai pengobatan yang optimal. Ketepatan pengobatan meliputi tepat pasien, tepat
obat, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional menggunakan metode pengambilan data sekunder secara
retrospektif pada pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor. Data yang diambil
adalah data rekam medis dengan resep periode September-November 2021. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor paling
banyak adalah perempuan yaitu sebesar 80,3%, usia paling banyak pada rentang 16-25
tahun sebanyak 53.6%, jenis gangguan jiwa yang banyak di alami adalah gangguan
kecemasan dan depresi episode. Obat yang paling banyak digunakan adalah
escitalopram sebesar 21.6%, dan ketepatan pengobatan gangguan jiwa untuk tepat
pasien mencapai 100%, tepat obat 94%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 93% dan tepat
frekuensi 97%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan
stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk
menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor
propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat
kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam
pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan
pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70
pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang
menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan
Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg.
Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam
juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada
Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak
ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan
parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05
(0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk
RR.