BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama
pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat
explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga
mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah
peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi
kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas
dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji
viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji
organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji
organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur
sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada
hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33
cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6,
19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21
homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21
suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion
Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan
mutu fisik lotion
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki
aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC
(5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun
mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga
telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid,
terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan
6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan
sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas,
pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan
konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C,
40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya
antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary
dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan
karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki
kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas
antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan
mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama
penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan
ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik
(organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask.
Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang
berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4
oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama
28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun
rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid.
Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak
etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun
rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan
dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50
10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu
fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble
gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76-
39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß
Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia
dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap
sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan
1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara
sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa
dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita
diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG
yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita
diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal
dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan
pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas
fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang
disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup
uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan
selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan
pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar
serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi
perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di
suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi
2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik
suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair
dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila
teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada
suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter
pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang
dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama
4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH
awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan
nilai viskositas akhir 575 cps.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih
menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak
industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang
dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan
yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang
memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat
diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data
stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut
organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau
retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian
dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1,
2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014,
menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi
menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal.
Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang
diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur
menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di
dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data
yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas
piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil
kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang
ditetapkan farmakope.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan
sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan
flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian
ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk
dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri
kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan
gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan
F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28
hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui
bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan
menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama
28 hari penyimpanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu
tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair
dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara
fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70%
daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang
paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun
cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun
mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C.
Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika
setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh
panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan
yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan
polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi
ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2
(0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu
organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil
penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas
antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona
hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk
mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari
dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil
penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer
Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas
yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan
stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk
menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor
propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat
kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam
pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan
pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70
pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang
menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan
Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg.
Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam
juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada
Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak
ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan
parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05
(0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk
RR.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun
mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi
sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai
antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi
bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode
pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g)
Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu
memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik,
homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi
krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil:
kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat
30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas
(Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat
kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH
cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif
730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul
tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul
atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat
memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik
atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70%
kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan
1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin,
tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang
dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji
Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai
IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut
sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah
formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi
mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar,
daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan
minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus.
Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80
dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat
pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span
80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan
sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48%
dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram.
Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik,
karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan
dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang
dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB
yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit
sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan
sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan
gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari
sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total
ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar
4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%.
Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu
meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar.
Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil
pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak
stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas
bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang
rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hand sanitizer cair adalah sediaan dengan berbagai kandungan yang cepat
membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan. Ekstrak etanol daun jambu
air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) sudah diketahui berpotensi besar sebagai
antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan hand
sanitizer ekstrak daun jambu air yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas
terbaik dari variasi konsentrasi ekstrak. Metode penelitian ini adalah pengujian
fitokimia daun jambu air dan formulasi hand sanitizer cair ekstrak etanol 96%
daun jambu air Syzygium aquem (Brum.f) Alston) dengan lima formulasi sediaan
hand sanitizer yaitu F1 (kontrol negatif), F2 (5%), F3 (10%), F4 (15%), dan F5
(kontrol positif). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sediaan hand sanitizer
cair meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, cycling test, dan stabilitas pada
suhu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jambu air
mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan tannin. Pada F2 dengan
konsentrasi 5% menghasilkan pH yaitu sebesar 4,5 memenuhi syarat standar pH
kulit, sedangkan pada pengujian homogenitas tidak ada yang memenuhi
persyataran homogenitas. Pada uji stabilitas dengan metode cycling test dan
stabilitas suhu penyimpanan semua parameter pengujian mutu fisik menghasilkan
tidak ada perubahan secara signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang
diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚
tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak
etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel
dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid
total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik
termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta
pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas
menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta
homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi
perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter
viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. .
Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum
cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.